Disdag Gandeng Akademi Gali Motif Khas, Bakal Jadi Dasar Corak Batik Khas Kota Madiun
MADIUN – Kreasi batik khas Kota Madiun cukup beragam. Namun, Kota Madiun ternyata belum memiliki satu motif yang menjadi dasar sekaligus ciri khas khusus. Karenanya, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perdagangan bakal menggali motif khas yang nantinya menjadi dasar corak batik Kota Madiun tersebut. Motif dasar itu nantinya juga akan didaftarkan hak patennya ke Kementerian Hukum dan HAM.
‘’Saat ini para pembatik punya bermacam motif bercirikan Kota Madiun. Entah itu pecel atau pendekar. Tetapi motif khusus yang disepakati menjadi dasar batik khas Kota Madiun itu belum ada. Motif yang ada saat ini merupakan buah karya pembatik dalam mengekspresikan karya batiknya,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi, Selasa (6/5).
Karena itu pihaknya tengah bekerja sama dengan salah satu lembaga perguruan tinggi untuk mencari satu motif batik khas. Motif ini nantinya menjadi corak dasar batik khas Kota Madiun. Tim, lanjutnya, tengah berproses dalam menentukan motif kha situ. Mulai dari segi estetika hingga nilai historisnya. Dari penelitian itu, kata Ansar, akan ditentukan satu corak khas batik Kota Madiun. Namun, tentu saja melalui kesepakatan bersama setelah dilakukan uji publik ke depannya.
‘’Jadi nantinya yang dinamakan batik khas Kota Madiun itu harus memenuhi motif dasar tadi. Baru setelahnya pembatik boleh mengkreasikan dengan kreasi mereka sendiri. Nah, kita saat ini sedang menggali motif dasar ini,’’ terangnya.
Ansar menambahkan setelah disepakati, motif tersebut nantinya juga akan langsung didaftarkan hak patennya ke Kementerian Hukum dan HAM. Nantinya, motif dasar itu sudah sepenuhnya milik Kota Madiun dan tidak bisa diklaim daerah lain. Ansar berharap motif dasar tersebut benar-benar mewakili daerah dan masyarakat Kota Madiun. Mulai dari corak maupun pemilihan warnanya.
‘’Batik motif pecel atau motif pendekar mungkin disebut sebagai batik khas Kota Madiun. Tetapi yang dimaksud khas itu yang seperti apa. Karenanya muncul banyak sekali motif hasil dari kreasi para pembatik,’’ ungkapnya.
Ansar menyebut hasil dari penelitian pihak akademi ditarget selesai Mei ini atau Juni nanti. Setelahnya, pihaknya akan melakukan uji publik. Tentu dengan melibatkan masyarakat terkait. Setelah motif disepakati, akan langsung didaftarkan ke Kemenkumham.
‘’Mei atau Juni nanti Insyaallah selesai. Setelahnya langsung kita uji publik,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)