Ubah Gunungan Sampah Jadi Taman Piramida Buah, Wali Kota: Ini Penyelesaian Sampah yang Efektif-Efisien




MADIUN – Progres pekerjaan pembuatan wisata taman buah di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo on the track. Taman buah berbentuk piramida memanfaatkan zona pasif TPA itu sudah berjalan 50 persen lebih. Penyiapan lahan zona hijau produktif di lokasi tersebut memang menjadi perhatian Wali Kota Madiun Dr. Maidi. Bahkan, orang nomor satu di Kota Pendekar itu kembali turun langsung meninjau penyiapan lahan seluas lima hektare tersebut, Selasa (6/5).

‘’Desain atau konsepnya sudah. Bibit tanaman juga sudah kami siapkan. Insya Allah siap semua tinggal pekerjaannya,’’ kata Wali Kota Dr. Maidi.

Pekerjaan, kata wali kota, masih berupa pengurukan tanah di atas tumpukan sampah. Dengan begitu, tekstur tanah lebih padat serta kokoh. Selain itu, juga dilakukan proses penyuburan tanah guna mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Pekerjaannya meliputi peningkatan struktur tanah, kandungan hara, dan aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman. Sehingga, gunungan yang semula sampah berubah menjadi zona hijau produktif yang dapat ditanami berbagai jenis tanaman pohon peneduh dan pohon berbuah.

‘’Jadi buah itu tidak ditanam di atas sampah, tapi ditanam di tanah biasa. Sudah melalui penelitian dan kajian,’’ ungkapnya.

Seperti diberitakan, zona hijau produktif tersebut nantinya akan ditanami berbagai tanaman buah. Seperti semangka, melon, dan pisang cavendish. Tak hanya itu, wali kota juga berencana menambahkan pohon kurma. Hal itu demi mendukung konsep taman buah yang didesain menyerupai piramida di timur tengah.

‘’Karena Kota Madiun ini smart city, butuh penyelesaian yang efektif dan efisien. Cukup saya tutup tanah, saya desain, selesai, dan bermanfaat bagi masyarakat,’’ ujarnya.

Wali kota menambahkan taman buah di kawasan TPA tersebut bukan sekedar merubah zona pasif menjadi lebih produktif. Namun, diharapkan menjadi salah satu solusi penyelesaian persoalan sampah di Kota Madiun. Apalagi, bermanfaat untuk waktu jangka panjang dan berkelanjutan ketimbang kembali dibuang yang butuh banyak anggaran.

Bersamaan itu, upaya pemkot mereduksi pengiriman hingga penumpukan sampah di TPA terus dilakukan. Caranya, memilah antara sampah yang bisa didaur ulang dan digunakan kembali dengan sampah yang tak lagi bermanfaat. Sehingga, volume sampah terlebih dahulu bakal berkurang di tempat penampungan sementara (TPS) sebelum masuk TPA. Sementara itu, Pemerintah Kota Madiun juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor terkait pengelohan sampah tersebut.

‘’Kiriman sampah ke TPA kita kurangi. Kalau bisa tidak ada lagi sampah yang dikirim. Insya Allah persoalan sampah bisa selesai,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)