Pendaftaran KIP Kuliah Jalur SNBT 2026 Dibuka, Pemerintah Perkuat Seleksi Berbasis Data Tunggal
MADIUN - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang negara dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul tanpa terhalang keterbatasan ekonomi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi, menegaskan bahwa KIP Kuliah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin akses pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat.
“Negara hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih mimpi,” ujarnya.
Pada tahun ini, pemerintah menghadirkan inovasi dalam proses seleksi dengan menerapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penentuan penerima. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, serta akuntabilitas penyaluran bantuan. Selain itu, sistem informasi manajemen (SIM) KIP Kuliah kini telah terintegrasi penuh dengan sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) guna memudahkan sinkronisasi data calon mahasiswa.
Kepala Bidang Fasilitasi Layanan Pembiayaan Pendidikan Tinggi, Septien Prima Diassari, menjelaskan bahwa penerima KIP Kuliah akan memperoleh sejumlah manfaat. Di antaranya pembebasan biaya pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), jaminan biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT) yang dibayarkan langsung ke perguruan tinggi, serta bantuan biaya hidup yang disalurkan ke rekening mahasiswa.
“Bantuan biaya hidup diberikan sesuai indeks harga wilayah, dengan besaran mulai dari Rp800.000 hingga Rp1.400.000 per bulan,” jelas Septien.
Pendaftaran KIP Kuliah jalur SNBT 2026 dibuka sejak 25 Maret dan akan ditutup pada 7 April 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SIM KIP Kuliah.
Kemdiktisaintek mengimbau seluruh calon mahasiswa untuk segera melengkapi berkas persyaratan dan memastikan sinkronisasi data antara akun SNPMB dan SIM KIP Kuliah berjalan dengan baik sebelum melakukan finalisasi.
“Pemerintah menargetkan agar tidak ada lagi anak Indonesia yang gagal melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” pungkasnya.
(rams/kus/madiuntoday)