Ajak Gilga Lihat PSC-PRC, Plt Wali Kota Ingin Gaet Banyak Investor Untuk Kota Madiun
MADIUN – Upaya menggaet investor terus dilakukan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun. Berbagai kesempatan pun dioptimalkan sang Plt wali kota. Seperti saat peresmian Hakui Kopi, Sabtu (4/4) sore. Usai seremonial, Plt wali kota langsung mengajak owner dan para investor berkeliling Kota Madiun. Khususnya di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) dan Pahlawan Religi Center (PRC).
‘’Mumpung ada investor dari Peru juga, malam ini kita ajak keliling supaya mengenal lebih dekat Kota Madiun,’’ kata Plt wali kota.
Seperti diketahui, Hakui Kopi memang tak kaleng-kaleng. Dibalik café di Jalan Setiaki tersebut ada nama penyanyi Gilga Sahid dan pengusaha asal Peru sebagai investornya. Harapannya, mereka juga tertarik berinvestasi yang lain di Kota Pendekar. Kota Madiun memang memiliki potensi besar. Ada banyak rencana pengembangan ke depan. Seperti di kawasan PSC dan PRC yang akan terus disempurnakan. Hal itu diharapkan semakin banyak pengunjung yang datang. Banyaknya masyarakat yang masuk tentu keuntungan tersendiri bagi dunia usaha.
‘’Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk investasi di Kota Madiun. Monggo, Kota Madiun punya potensi besar. Investasi di Kota Madiun saya pastikan mudah,’’ ujarnya.
Sementara itu, keberadaan PRC ternyata membuat Gilga Sahid takjub. Dia mengaku sudah mengetahui PSC dan PRC tetapi belum turun untuk melihat lebih jauh. Menurutnya, PSC tidak cukup hanya dilihat dari atas kendaraan.
‘’Nggak bisa berkata-kata, sumpah. Aku di Kota Madiun jarang jalan-jalan. Aku tahu Jalan Pahlawan, PSC, tapi tidak pernah menelusuri sampai ke dalam-dalam,’’ kata suami Happy Asmara itu.
Gilga yang merupakan orang Madiun mengaku sangat terkesan. Pun, kaget dengan keberadaan PRC yang ternyata luas sampai di Jalan Pandan di ujung barat. PSC, lanjutnya, ternyata bukan hanya perubahan di jalan Pahlawan. Namun, juga terdapat tempat nongkrong menarik di baliknya. Karenanya, Gilga juga mengajak teman-temannya untuk tidak sekedar mampir saat di Kota Madiun. Tetapi harus menelusuri lebih jauh. Bahkan, harus menginap jika perlu.
‘’Untuk teman-teman aku di luar kota, rugi kalau hanya lewat. Mampir berhenti di sana, kalau perlu singgah lama, tiga hari lah, biar kalian tahu seindah apa kotaku,’’ ungkapnya. (dspp/agi/madiuntoday)