Optimalkan Pemanfaatan Kampung Jepang-Korea, Plt Wali Kota Madiun Ajak OPD Lebih Kompak Satukan Visi dan Aksi
MADIUN – Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan pentingnya kekompakan antar organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengoptimalkan pemanfaatan Kampung Jepang dan Kampung Korea. Kawasan tematik tersebut didorong tidak hanya menjadi spot foto, tetapi berkembang sebagai destinasi wisata edukatif yang memberi nilai tambah.
Selama ini, dua kampung tematik di Kelurahan Banjarejo dan Kanigoro itu dikenal sebagai lokasi foto dengan nuansa unik dan estetik. Namun, pemanfaatannya dinilai belum maksimal dan belum memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi di Balai Kota Madiun, Jumat (10/4). Dalam kesempatan tersebut, Plt Wali Kota menekankan bahwa pola kerja ke depan harus berubah, dengan mengedepankan kolaborasi lintas OPD.
“Sekarang program tidak boleh OPD jalan sendiri-sendiri. Harus satu tim. Sebelum pelaksanaan harus dirapatkan terlebih dahulu supaya semua tujuan bisa berjalan sesuai dengan perencanaan dan kemanfaatannya,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, setiap pembangunan tidak boleh setengah jadi. Seluruh proses harus dipastikan tuntas hingga bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Semua pembangunan harus lengkap sampai bisa langsung dimanfaatkan. Jadi tidak hanya dibangun, tapi juga dipastikan fungsi dan keberlanjutannya,” imbuhnya.
Secara fisik, kawasan Kampung Jepang dan Kampung Korea dinilai sudah siap. Namun, potensi yang ada perlu dioptimalkan melalui konsep yang lebih terarah dan terintegrasi.
Karena itu, Pemkot mulai menyusun konsep baru yang tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga menghidupkan aktivitas di dalamnya. Kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang publik yang edukatif dan interaktif.
“Terkait edukasi tanaman kita komunikasikan dengan DKPP, sementara untuk lab bahasa kita jajaki kerja sama dengan kampus-kampus,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, pengunjung diharapkan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar. Mulai dari edukasi pertanian hingga pengembangan kemampuan bahasa asing dalam suasana tematik.
Melalui sinergi yang kuat dan perencanaan matang, Kampung Jepang dan Kampung Korea diharapkan benar-benar menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan manfaat edukatif dan ekonomi bagi masyarakat.
(rams/kus/