Adu Cepat dan Ketangkasan, 50 Siswa SD Manguharjo Ramaikan Seleksi O2SN Atletik Nomor Formula 1 dan Lari Gawang



MADIUN - Adu cepat dan ketangkasan tersaji di Lapangan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Senin (13/4). Puluhan siswa SD tampak bersemangat mengikuti seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang kids atletik. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 25 putra dan 25 putri ikut ambil bagian. Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Kecamatan Manguharjo.

Dalam seleksi kali ini, peserta diuji dalam dua nomor lomba sesuai petunjuk teknis tingkat nasional, yakni nomor formula 1 dan lari gawang. Kedua nomor tersebut menguji kecepatan, kelincahan, sekaligus ketahanan fisik para peserta.

Suasana kompetisi berlangsung seru namun tetap sportif. Para siswa tampak antusias menunjukkan kemampuan terbaiknya sejak start hingga garis finish. Ketua KKG Kecamatan Manguharjo, Zainal Aditama, mengatakan seleksi ini menjadi tahapan penting untuk menjaring atlet terbaik sejak dini.

“Dari kegiatan hari ini, kita ambil 10 terbaik putra dan putri. Nantinya mereka akan mewakili Kecamatan Manguharjo di tingkat kota,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, nomor formula 1 merupakan lari estafet yang dikombinasikan dengan berbagai tantangan, mulai dari sprint, slalom, hingga halang rintang. Lintasan yang digunakan sepanjang 60 hingga 80 meter dan dibagi menjadi tiga etape. 

“Setiap peserta harus menyelesaikan rintangan secara bergantian sebagai tim, bahkan diawali dengan gerakan guling ke depan sebelum berlari. Tantangan ini membuat koordinasi, kekompakan, dan ketangkasan menjadi kunci utama,” jelasnya. 

Sementara itu, lari gawang menuntut kecepatan dan keterampilan teknik yang tinggi. Para peserta harus berlari secepat mungkin sambil melompati sejumlah gawang yang disusun merata di lintasan, tanpa kehilangan ritme dan keseimbangan.

Ia menambahkan, pelaksanaan seleksi mengacu pada juknis nasional agar kemampuan siswa bisa terukur dengan standar yang sama.

“Harapannya, dari sini muncul bibit-bibit atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat kota, tapi juga bisa melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.

(dspp/kus/madiuntoday)