LPG Langka di Sejumlah Daerah, Bagaimana Kondisi di Kota Madiun?



MADIUN – Kelangkaan LPG 3 kilogram dan lonjakan harga di sejumlah daerah belakangan ini mulai meresahkan masyarakat. Di beberapa wilayah, warga bahkan harus berburu gas melon dengan harga di atas normal akibat distribusi yang tersendat.

Namun, kondisi berbeda terlihat di Kota Madiun. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, ketersediaan LPG 3 kg masih relatif aman dan distribusinya berjalan normal.

Pengecekan di sejumlah agen, pangkalan, hingga pengecer juga tidak menemukan kendala berarti. Hal ini diperkuat dari hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) bersama instansi terkait.

“Berdasarkan hasil monitoring kemarin, alhamdulillah stok dalam kondisi aman dan distribusi berjalan sesuai ketentuan. Tidak ditemukan kendala di lapangan,” ujar Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdag Kota Madiun Siti Nurjanah

Secara distribusi, LPG 3 kg di Kota Madiun disalurkan melalui sekitar 12 agen dan 400 pangkalan yang tersebar di tiga kecamatan, dengan total kuota mencapai 9.944 metrik ton per tahun.

Dari sisi harga, LPG 3 kg di tingkat pangkalan masih berada di kisaran Rp18 ribu per tabung sesuai HET. Sementara di tingkat pengecer, harga berkisar Rp19 ribu hingga Rp20 ribu.

“Perbedaan harga di pengecer biasanya karena ada tambahan layanan seperti pengantaran atau pemasangan,” jelasnya.

Meski kondisi terpantau aman, potensi gangguan distribusi tetap ada, terutama akibat praktik pembelian berulang dalam jumlah besar hingga penimbunan di tingkat pengecer.

“Maka pengawasan akan kami perketat. Masyarakat yang ingin membeli sesuai HET sebaiknya langsung ke pangkalan,” pungkasnya.

Selain itu, masyarakat mampu dan pelaku usaha didorong beralih ke LPG non-subsidi agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.

(bip/im/madiuntoday)