Seleksi Paskibraka Kota Madiun Mendekati Akhir, 85 Peserta Masuk Tahap Penentuan
MADIUN – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Madiun kini memasuki babak penentuan. Dari ratusan pelajar yang mendaftar, telah tersaring puluhan peserta terbaik yang dipersiapkan untuk bertugas pada peringatan HUT ke-81 RI.
Tercatat, sekitar 320 peserta mengikuti pendaftaran yang dibuka secara daring sejak 23 Februari hingga 8 Maret. Mereka kemudian menjalani rangkaian seleksi berlapis, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga penilaian kepribadian.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Madiun, Subakri, menyebut seluruh tahapan seleksi kini telah rampung dan tinggal menunggu keputusan akhir.
“Sudah selesai tinggal rapat-rapat pantukir,” ujarnya.
Dari seluruh proses tersebut, tersaring 85 peserta yang terdiri dari 53 putra dan 32 putri. Selanjutnya, panitia akan menetapkan 67 peserta terbaik, dengan dua di antaranya akan mewakili Kota Madiun ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Kami ambil 67 peserta Paskibraka, terdiri dari 65 tingkat kota dan dua di tingkat Jatim,” ujarnya.
Penetapan akhir dilakukan melalui tahap pantukhir dengan mengakumulasi seluruh nilai dari setiap materi seleksi. Hasil tersebut nantinya juga akan dilaporkan secara berjenjang sebelum diumumkan secara resmi.
Peserta yang dinyatakan lolos akan langsung memasuki tahap pembinaan. Latihan awal dilakukan tanpa sistem asrama sebelum nantinya dilanjutkan dengan karantina menjelang pelaksanaan tugas pengibaran bendera pada Agustus mendatang.
“Setelah ini mungkin langsung ada pembinaan mulai latihan baris-berbaris dan sebagainya. Tapi nanti sifatnya belum di asrama,” jelasnya.
Seluruh rangkaian latihan akan dipusatkan di Alun-Alun Madiun dengan dukungan berbagai unsur, seperti Yonif 501, Kodim 0803, dan Polres Madiun Kota.
Subakri menegaskan, proses seleksi tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup kesiapan fisik, kesehatan, serta ketahanan peserta secara menyeluruh.
Tahun ini, terdapat penyesuaian pada syarat tinggi badan peserta putri, yakni dari 165 sentimeter menjadi 164 sentimeter. Kebijakan tersebut diambil untuk memperluas peluang peserta tanpa mengurangi kualitas seleksi. Proses seleksi pun dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan komposisi tim yang seimbang.
“Saya kemarin hanya turunkan 1 cm saja. Tapi alhamdulillah sudah terpenuhi kuotanya. Paskibra itu kebutuhan tim, jadi seleksi harus proporsional,” pungkasnya.
(Istimewa/rat/Madiuntoday)