Serapan Gabah Bulog Madiun Triwulan I 2026 Capai 35,82 Persen, Target Naik dari Tahun Lalu



MADIUN – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mencatat realisasi penyerapan gabah yang cukup signifikan di awal tahun 2026. Hingga akhir Maret, jumlah serapan sudah mencapai 27.677 ton setara beras atau sekitar 35,82 persen dari target tahunan.

Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, menyebut angka tersebut menjadi modal awal untuk mengejar target tahun ini yang dipatok lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 77.259 ton setara beras.

“Di tahun 2026 target setara beras 77.259 ton, sampai dengan 31 Maret, Alhamdulillah serapan kami 27.677 ton atau 35,82 persen,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan 2025, target tahun ini memang meningkat cukup tajam. Tahun lalu, Bulog Madiun dibebani target 58.180 ton dan berhasil melampauinya dengan realisasi mencapai 58.900 ton atau lebih dari 100 persen. Capaian itu sekaligus mengantarkan Bulog Madiun menjadi yang tertinggi di Jawa Timur dalam hal pengadaan.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Bulog terus memperluas jaringan kerja sama. Tidak hanya menggandeng mitra besar, petani kecil hingga penggilingan skala lokal juga diajak terlibat dalam proses penyerapan dan pengolahan gabah.

Selain itu, koordinasi lintas sektor turut diperkuat, termasuk bersama TNI, Polri, dan penyuluh pertanian lapangan guna memetakan lokasi panen. Skema ini memungkinkan Bulog bergerak lebih cepat dalam menyerap hasil panen petani.

Di lapangan, Bulog juga menerapkan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram dengan syarat tertentu, seperti kondisi bersih dan sudah dikemas. Untuk mendorong partisipasi petani, disiapkan pula bantuan biaya angkut sebesar Rp200 per kilogram.

“Kami berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan PPL untuk menginformasikan titik-titik panen. Ada tim kami yang turun langsung, ada juga petani yang mengirim mandiri,” terangnya

Seiring meningkatnya volume serapan, kebutuhan ruang penyimpanan juga ikut bertambah. Bulog Madiun menyiasatinya dengan menambah gudang sewa di luar fasilitas utama. Tahun ini, tambahan kapasitas yang sudah digunakan mencapai puluhan ribu ton dan masih berpotensi bertambah lagi.

Dengan strategi tersebut, Bulog optimistis target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras di wilayah Madiun dan sekitarnya.

(Rams/rat/Madiuntoday)