Uji Nyali di Ketinggian, Pasukan Vertical Rescue Disiapkan Hadapi Situasi Darurat
MADIUN – Deretan tali, karabiner, dan teriakan komando memecah suasana di area latihan Yonif 501 Bajra Yudha, Kamis (23/4). Puluhan aparatur dari berbagai OPD tampak mengikuti arahan sambil mempraktikkan teknik penyelamatan di ketinggian, menguji adrenalin sekaligus keterampilan. Di tengah pesatnya pertumbuhan bangunan bertingkat di Kota Madiun, BPBD setempat tak ingin kecolongan. Kesiapsiagaan diperkuat lewat Bimtek Vertical Rescue agar setiap personel siap saat bencana datang tanpa aba-aba.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Muhammad Yusuf Asmadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penanggulangan bencana pada seksi kedaruratan dan logistik tahun 2026. Bintek tersebut diikuti 75 peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seluruhnya berstatus ASN, terdiri dari BPBD dan dari instansi lain seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP, Damkar, Dinsos, PUPR, Perkim, DLH, Kominfo, Dishub, hingga unsur kecamatan.
“Tujuan utama kegiatan ini untuk menciptakan sinergitas antar OPD dalam penanganan bencana di lapangan. Jadi tidak bisa berjalan sendiri, harus saling mendukung dan memahami peran masing-masing,” ujarnya.
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi dari pelatih profesional Yonif 501, mulai dari pengenalan peralatan, teknik simpul dan pengikatan, hingga praktik evakuasi di ketinggian menggunakan tower. Selain itu, peserta juga dilatih evakuasi dari bawah ketinggian serta penggunaan tandu dalam proses penyelamatan.
Yusuf menegaskan bahwa kebutuhan kemampuan vertical rescue di Kota Madiun sangat penting, seiring perkembangan kota sebagai wilayah transit dengan semakin banyaknya bangunan bertingkat.
“Medan vertical rescue tidak mudah, baik bagi penolong maupun korban. Karena itu, petugas harus dibekali keterampilan khusus yang terstandar dan tersertifikasi. Pelatihan seperti ini penting agar saat terjadi kejadian, personel sudah siap secara teknis,” jelasnya.
Selain fokus pada penyelamatan di ketinggian, BPBD juga menyiapkan berbagai tim khusus seperti animal rescue hingga penanganan bencana hidrometeorologi. Yusuf menekankan pentingnya fleksibilitas kemampuan personel agar mampu merespons berbagai jenis bencana, mulai dari kebakaran, pohon tumbang akibat angin kencang, hingga rumah roboh.
“Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi. Karena itu OPD terkait kita libatkan langsung dalam pelatihan ini agar saat di lapangan bisa bergerak cepat dan terkoordinasi,” imbuhnya.
Ia berharap, melalui vertical rescue ini, seluruh personel BPBD dan OPD terkait dapat meningkatkan disiplin, pengetahuan, serta keterampilan yang aplikatif di lapangan.
“Harapannya teman-teman semakin bertambah disiplin, tambah ilmu pengetahuannya, dan juga keterampilannya yang bisa diimplementasikan di lapangan untuk tanggap darurat bencana,” pungkasnya.
(Nael/rat/Madiuntoday)