Jejak Jajanan Legendaris di Pasar Sleko, Bertahan Sejak 1965 dengan Harga Bersahabat



MADIUN – Ragam jajanan pasar yang warna-warni memanjakan mata pengunjung saat melangkah masuk ke Pasar Sleko, Kota Madiun. Di lantai satu, tepat di depan pintu masuk, deretan jajanan tradisional tersaji sederhana namun menggugah selera. Meski kini semakin banyak pedagang dengan variasi dagangan, lapak-lapak lama tetap bertahan, membawa cerita panjang yang tak lekang oleh waktu.

Salah satunya adalah lapak milik Bu Amini. Di usianya yang telah menginjak 80 tahun, ia masih setia berjualan jajanan tradisional yang harganya hanya ribuan rupiah. Usaha ini bukan hal baru bagi keluarganya. Ia melanjutkan jejak orang tua yang sudah berjualan sejak 1965, jauh sebelum Pasar Sleko diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur saat itu, Soelarso.

“Dulu orang tua jualan di sini, masih pakai tampah,” kenangnya. Saat itu, konsep pasar belum seperti sekarang. Para pedagang bahkan harus membayar setiap kali masuk untuk berjualan.

Awalnya, jajanan yang dijual bukan sepenuhnya milik sendiri. Bu Amini menerima titipan dari tetangga sekitar. Seiring waktu, dagangannya berkembang dan semakin dikenal pelanggan. Lokasinya yang strategis di pintu masuk membuat lapaknya mudah ditemukan, bahkan sejak pasar masih berada di sekitar kawasan terminal lama.

Di tengah perubahan zaman dan persaingan yang semakin ketat, Bu Amini tetap mempertahankan kesederhanaan. Ia tidak mengejar keuntungan besar, melainkan keberlangsungan usaha yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama puluhan tahun.

Tak jauh dari lapaknya, Hairlina (62) juga menjadi saksi hidup perjalanan Pasar Sleko. Ia mulai berjualan sejak 1989 dan merasakan betul perubahan suasana pasar dari masa ke masa.

“Sekarang tidak seramai dulu. Biasanya kalau Sabtu dan Minggu baru ramai,” ujarnya. Meski begitu, ia tetap bertahan berjualan setiap hari. Baginya, keuntungan kecil bukan menjadi masalah selama dagangan tetap berjalan.

Warga Perumahan Taman Salak itu mengaku berjualan sudah menjadi rutinitas yang sulit ditinggalkan. Selain untuk mencari penghasilan, aktivitas di pasar juga menjadi bagian dari kehidupan sosialnya.

Di tengah gempuran jajanan modern, keberadaan jajanan tradisional di Pasar Sleko menjadi pengingat akan cita rasa masa lalu. Harga yang terjangkau dan rasa yang autentik membuatnya tetap dicari, terutama oleh mereka yang ingin bernostalgia.

(rams/kus/madiuntoday)