Optimalisasi Layanan Jaminan Kesehatan Warga Binaan, Dukcapil Jemput Bola Lakukan Verifikasi Data
MADIUN – Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Madiun kembali lakukan layanan jemput bola. Kali ini, petugas turun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Seperti yang terlihat di Lapas Kelas 1 Madiun, Senin (27/4). Petugas melakukan verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta perekaman biometrik bagi yang belum. Validasi dilakukan untuk percepatan pemenuhan hak administrasi kependudukan serta optimalisasi akses layanan jaminan kesehatan bagi warga binaan.
‘’Ini merupakan permintaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI khususnya Dirjen Pemasyarakatan untuk percepatan program layanan jaminan kesehatan,’’ kata Kepala Dinass Kependukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun Agus Triono, Selasa (28/4).
Setidaknya, ada 613 warga binaan yang mendapatkan layanan kemarin. Itu termasuk lima warga negara asing. Dari data tersebut 600 di antaranya sudah tervalidasi. Sisanya ditemukan data tidak valid dan juga ada yang belum melakukan perekaman. Mereka pun langsung dilakukan perekaman biometrik.
‘’Intinya, kami siap membantu dan bersinergi termasuk kepada warga binaan. Hasilnya sudah kami laporkan juga,’’ ungkapnya.
Data kependudukan, lanjut Agus, memang harus valid. Karenanya perlu dilakukan verifikasi. Masalah data tak valid memang masih sering ditemukan. Bukan hanya di Lapas, tetapi juga di masyarakat. Hal itu bisa karena banyak faktor. Agus berharap masyarakat turut berperan aktif. Saat mendapati NIK tak valid untuk segera melapor.
‘’Masyarakat yang mendapati permasalahan seperti itu bisa melaporkan ke Dukcapil baik langsung maupun online,’’ pungkasnya. (dspp/agi/madiuntoday)