Antusiasme FLS3N Kota Madiun 2026 Meningkat, Ratusan Siswa Unjuk Bakat Seni dan Sastra



MADIUN — Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SD dan SMP di Kota Madiun tahun 2026 berlangsung meriah. Ratusan siswa tampil percaya diri memamerkan bakat terbaiknya. Kegiatan ini digelar selama empat hari, mulai 4 -7 Mei. Tak hanya dari sisi partisipasi yang meningkat 10–20 persen dibanding tahun lalu, kualitas peserta pun juga dinilai semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ketua MGMP Seni Budaya SMP Kota Madiun sekaligus Koordinator FLS3N, Natalia Ade Desanti, menyebut ajang ini menjadi ruang strategis bagi siswa untuk mengekspresikan potensi seni dan sastra sejak dini.

“FLS3N ini mewadahi talenta anak-anak, baik di bidang seni maupun sastra, untuk jenjang SD dan SMP. Tahun ini jumlah peserta meningkat cukup signifikan,” ujarnya, Senin (4/5).

Total peserta mencapai 518 siswa, masing-masing 259 dari jenjang SD dan 259 dari SMP. Pada tingkat SD dipertandingkan enam cabang lomba, sementara SMP delapan cabang. Sejumlah kategori bahkan mengalami lonjakan mencolok. Lomba dongeng SD misalnya, melonjak dari sekitar 20 menjadi 40 peserta. Tren serupa juga terlihat pada solo vokal, dengan 40 peserta dari SD dan 24 dari SMP.

Di hari pertama, sejumlah cabang  dipertandingkan, seperti solo vokal, gambar cerita, ilustrasi, hingga seni kriya. Untuk lomba menggambar kali ini mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”.

Tak hanya dari sisi kuantitas, kualitas peserta juga menunjukkan lompatan. Ade menyoroti kemampuan siswa dalam seni digital yang semakin matang dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kemampuan ilustrasi digital anak-anak sekarang luar biasa. Ini sejalan dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital di dunia pendidikan, yaitu smart city” jelasnya.

Untuk menjaga kredibilitas, penilaian dilakukan oleh juri lintas latar belakang, mulai dari akademisi, seniman, hingga guru berprestasi. Dari tiap cabang lomba akan dipilih juara 1, 2, dan 3, dengan juara pertama berhak melaju mewakili Kota Madiun ke tingkat Provinsi.

Dengan meningkatnya kualitas dan kemampuan siswa, FLS3N 2026 di Kota Madiun menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya kreatif dalam seni, tetapi juga siap menghadapi tantangan era digital. Harapan pun besar agar prestasi tahun ini mampu menembus tingkat nasional.

(Bip/rat/Madiuntoday)