Dorong Ekonomi Kreatif, Kota Madiun Siapkan “Padhang Mbranang” sebagai Ajang Video Mapping Internasional



MADIUN – Dari kota kecil, Madiun bersiap menyalakan panggung besar. Lewat event video mapping bertajuk “Padhang Mbranang”, geliat kreativitas digital lokal didorong untuk menembus level internasional.

Event ini digadang-gadang menjadi gebrakan baru. Tak sekadar lomba, tetapi juga ajang unjuk kreativitas digital yang melibatkan peserta dari Asia Tenggara, sekaligus membuka kategori regional dan lokal.

Kegiatan ini menjadi langkah mandiri Pemerintah Kota Madiun dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis digital. “Padhang Mbranang” dirancang sebagai ruang eksplorasi yang menggabungkan seni visual dan teknologi, mulai dari videografi hingga teknologi interaktif.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai event ini memiliki potensi besar untuk mengangkat nama Madiun ke tingkat yang lebih luas.

“Ini kesempatan bagi Kota Madiun untuk tampil dan dikenal di tingkat internasional. Persiapan harus matang, baik dari sisi konsep visual, teknis, maupun publikasi,” ujarnya.

Tak hanya kompetisi, “Padhang Mbranang” juga akan diisi workshop bersama para juri. Harapannya, peserta tidak hanya berlomba, tetapi juga belajar langsung dari para profesional.

Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo, menyebut event ini sebagai langkah berani Madiun masuk ke ranah event digital berskala internasional.

“Ini menunjukkan Madiun berani menghadirkan sesuatu yang baru. Video mapping bukan sekadar visual, tetapi melibatkan banyak keahlian seperti coding, sound engineering, hingga sinematografi,” jelasnya.

Sebagai pemanasan, akan digelar pra-event yang melibatkan pelajar SMA dan SMK. Kegiatan ini diharapkan membuka wawasan generasi muda terhadap peluang di industri kreatif sekaligus melahirkan talenta baru dari Madiun.

Pendaftaran lomba dibuka mulai 1 Mei hingga 16 Juli dengan syarat melampirkan portofolio karya. Ke depan, “Padhang Mbranang” tidak hanya berhenti sebagai kompetisi. Event ini juga diarahkan menjadi exhibition digital installation dan ditargetkan bisa digelar rutin hingga masuk kalender internasional.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kota Madiun menuju kota kreatif pada 2029 membuktikan bahwa kota kecil pun bisa berani tampil dan bersinar di panggung dunia.

(rams/kus/madiuntoday)