Puluhan Pelajar Saling Adu Ketangkasan di O2SN Pencak Silat, Kota Pendekar Bidik Prestasi Nasional



MADIUN – Identitas Kota Madiun sebagai Kota Pendekar kembali terasa di GOR Wilis, Senin (11/5). Puluhan pelajar tingkat SD hingga SMP saling beradu ketangkasan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang pencak silat tingkat Kota Madiun tahun 2026, sekaligus membawa semangat Kota Pendekar untuk membidik prestasi hingga tingkat nasional.

Tak sekadar pertandingan, O2SN pencak silat tahun ini menjadi ruang pembinaan bakat sekaligus panggung lahirnya atlet-atlet muda Kota Pendekar. Para peserta tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga fokus, disiplin, dan mampu mengendalikan diri di arena pertandingan.

Penyelenggara ajang O2SN Cabang Pencak Silat tingkat Kota Madiun Dinas Pendidikan, Ardi Kusuma Irawan, mengatakan O2SN pencak silat rutin digelar setiap tahun sebagai wadah pembinaan minat dan bakat pelajar.

“Tahun ini alhamdulillah jumlah peserta meningkat, baik dari tingkat SD maupun SMP. Untuk SD ada 29 peserta, terdiri dari 17 putra dan 12 putri, sedangkan SMP ada 30 peserta, terdiri dari 15 putra dan 15 putri,” ujarnya.

Dalam perlombaan tersebut, peserta lebih dulu mengikuti kategori seni jurus tangan kosong. Setelah melalui seleksi, peserta yang lolos akan menjalani penimbangan berat badan sebelum masuk ke kategori tanding.

Menurut Ardi, para juara nantinya dipersiapkan untuk mewakili Kota Madiun pada O2SN tingkat Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung sekitar Juni mendatang di Surabaya.

“Tahun kemarin anak-anak SD maupun SMP sudah sampai final tingkat provinsi. Tinggal satu langkah menuju nasional, tapi belum rezekinya. Harapannya tahun ini bisa lolos sampai nasional,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana O2SN SMP 2026, Ramadanu Setiawan, menjelaskan terdapat perbedaan aturan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya mempertandingkan kategori seni, tahun ini peserta juga harus mengikuti tanding.

“Untuk tahun ini wajib seni dulu. Dari hasil seni nanti diambil empat terbaik dari masing-masing pool untuk lanjut ke tanding,” jelasnya.

Pada kategori seni, penilaian mencakup kemantapan, kebenaran gerak, urutan jurus, hingga penghayatan saat tampil. Sedangkan pada kategori tanding, poin diberikan berdasarkan ketepatan serangan. Pukulan sah bernilai satu poin, tendangan dua poin, dan teknik jatuhan bernilai tiga poin.

Ramadanu berharap ajang O2SN tahun ini mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang nantinya dapat membawa nama Kota Madiun hingga tingkat nasional.

Ajang ini menjadi bukti bahwa tradisi pencak silat di Kota Pendekar terus hidup melalui generasi muda. Dari gelanggang O2SN tersebut diharapkan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Kota Madiun di tingkat provinsi hingga nasional

(Dspp/rat/Madiuntoday)