Puskesmas Gelar Skrining Kesehatan Pelajar, Kasus Gigi Berlubang dan Telinga Kotor Dominasi Temuan



MADIUN – Kesehatan para pelajar penting untuk senantiasa terjaga. Karenanya, Puskemas rutin melaksanakan Skrining Kesehatan Anak Sekolah Saban Tahun. Seperti yang terlihat di SDN Banjarejo ini. Petugas melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik, Rabu (13/5).

Pemeriksaan yang dilakukan petugas Puskesmas Banjarejo itu setidaknya menyasar 427 siswa kelas satu sampai enam. Berbagai pemeriksaan dilakukan. Seperti, berat dan tinggi badan serta indeks masa tubuh untuk mengetahui status gizi peserta didik. Kemudian, tekanan darah atau tensi, visus mata untuk melihat adanya gangguan penglihatan atau tidak, kebersihan telinga, kulit, rambut, mata, serta kesehatan mulut. Pengecekan kebersihan mata tersebut dilakukan untuk melihat adanya anemia atau mata kuning tidak. Terakhir, terdapat pemeriksaan pola hidup seperti apakah merokok, memiliki riwayat sakit atau tidak seperti alergi, cidera tulang, jantung, dan lain sebagainya.

‘’Dari hasil pemeriksaan, temuan kasus didominasi gigi lubang dan serumen atau kotoran pada telinga,’’ kata Kepala Puskesmas Banjarejo dr Rohlina Agustriningtias.

Mereka yang perlu penanganan lanjutan tersebut akan dirujuk ke Puskesmas untuk tindakan perawatan. Bahkan, jika perlu tindakan berulang akan diarahkan untuk perawatan lebih lanjut ke dokter atau fasilitas kesehatan sesuai kepesertaan BPJS masing-masing. Rohlina menjelaskan tindakan di Puskesmas Banjarejo hanya dilakukan sekali. Tak heran, jika membutuhkan perawatan lanjutan akan diberikan rujukan ke faskes masing-masing.

‘’Tentunya kalua ada yang seperti itu kami komunikasikan dengan wali kelasnya agar disampaikan ke orang tua masing-masing,’’ ungkapnya.

Tidak hanya siswa SD, Skrinning Kesehatan Anak Sekolah tersebut dilakukan ke semua sekolah di wilayah Puskesmas Banjarejo. Mulai TK/Paud, SD, SMP dan SMA. Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta atau madrasah yang sederajat. Namun, kompenen pemeriksaan tentu ada perbedaan antara pelajar SD, SMP, dan SMA. Di wilayah Puskesmas Banjarejo setidaknya terdapat 17 SD sederajat, delapan SMP sederajat, dan 14 SMA sederajat.

‘’Pemeriksaan ini sudah berjalan sejak pertengahan Februari lalu. Kita lakukan bertahap apalagi skrining juga menyasar ke guru, staf, dan warga sekolah lainnya,’’ ujarnya.

Bahkan, skrining tersebut juga bakal menyasar masyarakat. Hal itu sesuai dengan instruksi presiden terkait adanya skrinning kesehatan bagi masyarakat minimal sekali dalam satu tahun. Karenanya, pihaknya juga melakan skrining ke kantor hingga pada saat pertemuan yang melibatkan masyarakat. Selain itu, skrining juga dilakukan saat Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

‘’Jadi skrining ini tidak hanya kepada anak sekolah ya. Tetapi kepada masyarakat juga. Prinsipnya, dalam satu tahun minimal dilakukan satu kali skrining,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)