Dari Madiun ke Istana Negara, Saxophone Rio Siap menggema Bersama Gita Bahana Nusantara



MADIUN - Nada saxophone dari seorang putra daerah bakal ikut mengiringi momen-momen istimewa perayaan HUT ke-81 RI. Dia adalah Mahayogi Satrio Panatas, atau akrab disapa Rio, saxophonist muda asal Kota Madiun yang berhasil lolos seleksi Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026.


Rio menjadi salah satu delegasi Jawa Timur dalam agenda seni musik berskala nasional tersebut. Namanya tercantum sebagai saxophone alto dalam jajaran orkestra GBN 2026 bersama puluhan musisi muda terpilih.


Perjalanan musik Rio dimulai sejak duduk di bangku SD. Saat itu, ia menekuni keyboard melalui ekstrakurikuler musik di sekolah dan bahkan dipercaya mengiringi upacara bendera. Ketertarikannya pada musik kemudian berkembang saat duduk di kelas VIII SMPN 1 Kota Madiun. Rio mulai mencoba mempelajari saxophone yang perlahan menjadi instrumen yang ditekuni secara serius.


“Awalnya dari ekskul musik di SD. Waktu itu belajar keyboard dan pernah dipercaya mengiringi upacara. Setelah itu saat SMP mulai tertarik dengan saxophone,” ujar ibunda Rio, Sabtu (15/8).


GBN sendiri merupakan paduan suara dan orkestra nasional Indonesia yang beranggotakan putra-putri pilihan dari berbagai provinsi melalui proses seleksi dan audisi ketat.


Tahun ini, GBN 2026 melibatkan 120 anggota paduan suara dan 63 anggota orkestra. Mereka tidak hanya berlatih musik bersama, tetapi juga membawa cerita dan warna daerah masing-masing dalam satu harmoni Indonesia.


Bagi Rio, menjadi bagian dari orkestra nasional tersebut tentu bukan sekadar soal memainkan saxophone. Ada kebanggaan tersendiri ketika instrumen yang ia tekuni secara serius di Kota Madiun kini membawanya tampil di panggung nasional.


Panggungnya bukan sembarang panggung. Rio perdana tampil dalam Konser Kemerdekaan pada 11 Agustus 2026 di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Bogor. Perjalanan itu belum usai. Ia juga akan menjadi bagian dari Aubade HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 di Istana Negara.


Bagi Rio, panggung tersebut bukan sekadar tempat memainkan saxophone. Di sana, ia membawa semangat dari kota Madiun,  tempatnya tumbuh dan belajar.


Perjalanan itu menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari hal sederhana—sebuah ekstrakurikuler, sebuah alat musik, dan keberanian untuk terus belajar. Dari Madiun, Rio melangkah lebih jauh dan membuktikan bahwa talenta daerah mampu tampil di panggung nasional.

(Istimewa/rat/Madiuntoday)