Dongkrak IPM, Wali Kota Canangkan Wajib Belajar 16 Tahun




MADIUN – Pendidikan merupakan kunci pembangunan. Hal ini seringkali disampaikan oleh Wali Kota Madiun Maidi di berbagai kesempatan. Karenanya, orang nomor satu di Kota Pendekar itu terus memacu pengembangan pendidikan di Kota Madiun.


Salah satunya upayanya, dengan mencanangkan wajib belajar 16 tahun. Dengan kata lain, wajib belajar hingga pendidikan tinggi. Atau, setara sarjana.


‘’Bagi warga kurang mampu yang ingin kuliah akan dibiayai pemkot,’’ ujarnya.


Wali kota mengatakan, bantuan beasiswa mahasiswa (BBM) bagi warga kurang mampu yang diluncurkan sejak 2019 lalu bakal terus bergulir. Pun, saat ini jumlah sasarannya telah menyentuh empat digit. Kini, lanjut dia, dindik tengah memverifikasi 200 calon penerima  baru.


Menurut wali kota, pencanangan wajib belajar ini juga tak lepas dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun yang berstatus sangat tinggi. Pada 2022, Kota Madiun berhasil mempertahankan posisi IPM ketiga tertinggi se-Jawa Timur setelah Surabaya dan Kota Malang.


Tak hanya itu, angka IPM juga mengalami kenaikan. Pada 2021, IPM Kota Madiun berada di angka 81,25. Sedangkan, pada 2022 meningkat jadi 82,01. Karena itu, sejumlah indikator IPM terus ditingkatkan, termasuk sektor pendidikan.


Selain itu, sektor kesehatan dan ekonomi juga tak kalah penting untuk mendongkrak IPM. Sejauh ini, Pemkot Madiun terus berupaya menjaga kesehatan warganya sejak dalam kandungan. Hal ini dilakukan dengan pemenuhan gizi anak dan ibu hamil lewat Warung Stop Stunting (WSS).


Tak hanya itu, pemkot juga menaruh perhatian lebih pada kalangan warga lanjut usia (lansia). Khususnya lansia nonpotensial alias ngebrok. Mulai penyaluran bantuan Rp 8,2 juta per tahun hingga rencana  pembangunan Pondok Lansia.

Upaya tersebut berbuah kenaikan umur harapan hidup (UHH) sebesar 0,41 persen. Yakni, dari 72,83 tahun menjadi 73,13 tahun. ‘’Lansia rutin kami ajak senam untuk menjaga kesehatannya. Kalau mereka sehat, UHH akan naik,’’ terangnya.

Dia menambahkan, di bidang ekonomi, seluruh pembangunan infrastruktur fisik di Kota Pendekar saling berkesinambungan. Selain untuk penataan kota, sejumlah ikon yang telah terbangun menjadi senjata menggaet wisatawan untuk menghabiskan uangnya di Kota Madiun sehingga perputaran roda ekonomi masyarakat setempat terus berjalan.

‘’Ini (pembangunan infrastruktur, Red) menjadi kekuatan kita. Lapak-lapak di kelurahan akan terus diramaikan agar perputaran ekonomi merata,’’ pungkasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)