“Kesusu” Resmi Masuk KBBI, Kata yang Akrab di Obrolan Sehari-hari Kini Jadi Kosakata Baku
MADIUN - Kata “kesusu” yang kerap dipakai masyarakat dalam percakapan sehari-hari belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyebut istilah yang identik dengan sikap buru-buru itu kini resmi masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan, kata “kesusu” sebenarnya sudah lama tercatat dalam KBBI, bahkan sebelum edisi keempat diterbitkan.
Dalam KBBI, “kesusu” masuk kategori adverbia atau kata keterangan yang berarti tergesa-gesa maupun terburu-buru saat melakukan sesuatu. Istilah ini cukup akrab di telinga masyarakat, terutama dalam obrolan santai sehari-hari.
“Betul, kata kesusu sudah masuk ke KBBI sejak cukup lama,” ujar Hafidz, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, kata tersebut masuk bukan karena memiliki makna baru, melainkan karena penggunaannya yang sudah sangat sering dipakai masyarakat. Mulai dari percakapan keluarga, candaan teman, hingga media sosial, kata “kesusu” kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang serba buru-buru atau gegabah.
“Masuknya ke dalam KBBI lebih karena frekuensi penggunaannya cukup tinggi,” katanya.
Fenomena serupa juga terjadi pada sejumlah kata lain yang kini akrab digunakan dalam keseharian. Misalnya “baper” untuk menyebut seseorang yang terlalu membawa perasaan, “mager” yang berarti malas gerak, hingga “ambyar” dari bahasa Jawa yang populer untuk menggambarkan suasana hati yang hancur atau berantakan.
Selain itu, ada pula kata seperti “gabut”, “kepo”, “rempong”, hingga “guyub” yang semakin sering muncul dalam percakapan masyarakat maupun media sosial. Beberapa kata daerah seperti “gede” dan “geulis” juga lebih dulu diserap menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia.
Penggunaan kata “kesusu” sendiri cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya saat seseorang buru-buru berangkat kerja hingga dompet tertinggal, atau terlalu cepat mengambil keputusan tanpa dipikir matang.
Kalimat seperti “Jangan kesusu nanti malah kelupaan,” atau “Dia kesusu berangkat sampai sarapannya belum habis,” pun sudah lazim terdengar di tengah masyarakat.
Masuknya kata “kesusu” ke dalam KBBI menunjukkan bahwa bahasa Indonesia terus berkembang dan semakin kaya lewat serapan bahasa daerah maupun istilah populer yang hidup di tengah masyarakat.
(ws hendro/kus/madiuntoday)