Plt Wali Kota Gowes Susuri Sentra UMKM, Petakan Potensi Kuliner dan Kriya untuk Dongkrak Pariwisata
MADIUN – Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun kembali menggelar gowes menyusuri sejumlah sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kamis (9/7). Jika sebelumnya meninjau potensi batik, kali ini gowes difokuskan untuk menggali potensi kuliner dan kriya yang dapat menjadi pendukung sektor pariwisata Kota Madiun.
Sejumlah UMKM menjadi tujuan kunjungan, di antaranya sentra Madumongso Cap Tawon, produsen sambal pecel jeruk purut, Charu Dhatri Craft yang memproduksi kerajinan berbahan goni di Jalan Semangka, hingga pelaku usaha madumongso dan kerupuk di Kelurahan Banjarejo.
Dalam kesempatan tersebut, Plt memastikan langsung kesiapan para pelaku UMKM untuk terus berkembang, sekaligus memetakan kebutuhan yang diperlukan agar produk-produk unggulan Kota Madiun mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat posisi madumongso sebagai produk khas daerah. Bahkan, Pemerintah Kota Madiun telah mengajukan madumongso sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dan kajiannya telah diterima.
“Setelah kemarin secara kajian dari teman-teman Disbudparpora sudah jadi dan diterima, sekarang saya turun langsung untuk menggali produksinya di masing-masing UMKM. Kalau kita hari ini mengajukan madu mongso ke UNESCO, secara ekosistem di akar rumput harus siap. Saya tadi cek dan coba rasanya, alhamdulillah semuanya sudah oke,” terangnya.
Plt walikota menambahkan, hasil peninjauan tersebut juga menjadi bahan penyusunan program penguatan UMKM pada 2027. Pemerintah Kota Madiun akan memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha, bukan dalam bentuk bantuan tunai, melainkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang peningkatan produksi maupun kualitas usaha.
“Saya mencatat satu per satu kebutuhan mereka. Nanti bantuan yang diberikan bukan berupa uang, tetapi dalam bentuk dukungan yang benar-benar dibutuhkan untuk menunjang usaha mereka agar bisa berkembang,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Madiun berharap potensi kuliner dan kriya lokal dapat semakin berkembang, menjadi daya tarik wisata, sekaligus meningkatkan daya saing serta kesejahteraan pelaku UMKM di Kota Madiun.
(Rams/kus/madiuntoday)