Lari atau Bersepeda? Kenali Perbedaannya agar Manfaat Olahraga Lebih Optimal



MADIUN - Aktivitas fisik merupakan salah satu kunci menjaga kesehatan tubuh. Namun, memilih jenis olahraga yang tepat juga tidak kalah penting. Pasalnya, kondisi kesehatan setiap orang berbeda. Beberapa jenis olahraga bahkan tidak dianjurkan bagi penderita penyakit tertentu, seperti radang sendi (arthritis), maupun mereka yang sedang dalam masa pemulihan cedera.

Lalu, mana yang lebih baik, lari atau bersepeda? Keduanya sama-sama menyehatkan, tetapi memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda.

Intensitas Olahraga

Bersepeda di medan datar tergolong aktivitas aerobik dengan intensitas sedang. Sementara itu, jogging atau berlari termasuk olahraga dengan intensitas lebih tinggi. Karena itu, pilihan olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fisik, tujuan latihan, serta kemampuan masing-masing.

Pembentukan Otot

Bersepeda lebih efektif melatih kekuatan otot bagian bawah tubuh, terutama otot bokong (gluteus), paha depan (quadriceps), dan paha belakang (hamstring). Sebaliknya, lari lebih berfokus pada peningkatan kebugaran kardiovaskular dan tidak secara khusus ditujukan untuk membentuk kelompok otot tertentu.

Pembakaran Kalori

Berdasarkan penelitian Mayo Clinic di Amerika Serikat, berlari mampu membakar kalori lebih banyak dibandingkan bersepeda jika dilakukan selama satu jam dengan berat badan sekitar 73 kilogram. Meski demikian, jumlah kalori yang terbakar tetap dipengaruhi oleh intensitas olahraga, durasi, serta kondisi tubuh masing-masing individu.

Risiko Cedera

Penelitian Appalachian State University pada 2014 menunjukkan bahwa bersepeda memberikan tekanan yang lebih ringan terhadap tubuh dibandingkan berlari. Studi tersebut menemukan bahwa pelari jarak jauh mengalami kerusakan otot, peradangan, dan kelelahan otot yang lebih tinggi selama masa pemulihan dibandingkan atlet bersepeda yang menjalani latihan dengan durasi serupa.

Meski demikian, risiko cedera tetap dapat terjadi pada kedua jenis olahraga apabila dilakukan tanpa teknik yang benar atau melebihi kemampuan tubuh.

Daya Tahan dan Kenyamanan

Lari memang lebih efektif membakar kalori, tetapi tidak semua orang mampu berlari dalam durasi yang lama, terutama mereka yang memiliki berat badan berlebih. Saat berlari, tubuh harus menopang seluruh berat badan sekaligus menyerap benturan setiap kali kaki menapak.

Sebaliknya, saat bersepeda di medan datar, beban pada sendi lebih ringan sehingga banyak orang mampu berolahraga lebih lama dengan tingkat kelelahan yang relatif lebih rendah.

Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Pemilihan olahraga sebaiknya mempertimbangkan kondisi kesehatan, terutama bagi penderita gangguan otot, tulang, dan sendi atau mereka yang baru menjalani operasi. Berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga dapat membantu menentukan jenis aktivitas fisik yang aman dan sesuai.

Selain itu, jangan abaikan pentingnya pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga. Kedua hal tersebut dapat membantu mengurangi risiko cedera. Apabila mengalami cedera saat beraktivitas, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Cedera yang tidak ditangani dengan baik berisiko menyebabkan gangguan pada tulang rawan, mengubah fungsi sendi, hingga meningkatkan kemungkinan terjadinya osteoarthritis di kemudian hari.

(Rams/kus/madiuntoday)