Digitalisasi Pasar Kota Madiun Tarik Perhatian, Pemkab Probolinggo Sambangi Pasar Sleko
MADIUN - Pasar tradisional di Kota Madiun terus berbenah. Tak hanya wajah pasar yang berubah, sistem pengelolaannya pun bertransformasi melalui digitalisasi dan elektronifikasi retribusi. Inovasi tersebut menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Probolinggo hingga datang ke Kota Madiun untuk melakukan studi komparasi.
Setelah menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kota Madiun di Balai Kota, rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, bersama sejumlah OPD melanjutkan kunjungan ke Pasar Sleko, Jumat (10/7). Di lokasi tersebut, berbagai hal terkait pengelolaan pasar menjadi bahan diskusi, mulai dari pemanfaatan ruang usaha hingga penerapan elektronifikasi dan digitalisasi retribusi.
Fahmi mengatakan, Kota Madiun dipilih karena dinilai menjadi salah satu daerah dengan pengelolaan pasar terbaik di Jawa Timur. Menurutnya, sistem digital yang diterapkan tidak hanya berpotensi meningkatkan PAD, tetapi juga menciptakan tata kelola pasar yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
"Kami dari Pemkab Probolinggo hari ini melakukan kunjungan kerja ke Pemkot Madiun untuk melihat sistem elektronifikasi dan digitalisasi pasar. Pengelolaan pasar di Kota Madiun termasuk salah satu yang paling baik di Jawa Timur. Banyak masukan yang kami dapat dan mudah-mudahan bisa kami terapkan untuk meningkatkan PAD," ujarnya.
Menurut Fahmi, digitalisasi pasar bukan semata untuk meningkatkan PAD. Optimalisasi retribusi juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pedagang maupun masyarakat.
Usai kunjungan, Pemkab Probolinggo pun berencana menerapkan konsep serupa secara bertahap. Mengingat karakter wilayah kabupaten berbeda dengan kota, implementasi akan diawali di sejumlah pasar yang berada di sekitar ibu kota kabupaten sebelum diperluas ke pasar-pasar lainnya.
"Kami tidak bisa langsung menerapkan di seluruh pasar. Akan kami mulai bertahap, sambil memperbaiki pengelolaan, manajemen, dan sarana prasarana agar seluruh pasar nantinya menjadi lebih tertata dan nyaman," jelasnya.
Selain mempelajari pengelolaan pasar, Fahmi juga mengaku terkesan dengan berbagai perubahan yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Bahkan sebelum agenda resmi dimulai, ia menyempatkan diri berkeliling kota untuk melihat hasil penataan yang telah dilakukan.
"Madiun luar biasa. Saya mengapresiasi kerja Pemkot Madiun. Banyak hal baik yang kami temui di sini dan mudah-mudahan bisa kami bawa pulang untuk diterapkan di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya.
(Dspp/rat/Madiuntoday)