Perkuat Tim Penanggulangan Bencana, BPBD Kota Madiun Bekali ASN Keterampilan Water Rescue



MADIUN – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Sebanyak 75 aparatur sipil negara (ASN) yang tergabung dalam tim penanggulangan bencana mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Water Rescue yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun di Embung Pilangbango, Kamis (9/7).

Peserta berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga kecamatan dan kelurahan. 

Plt. Kalaksa BPBD Kota Madiun, M. Yusuf Asmadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan program rutin BPBD untuk meningkatkan kompetensi personel kebencanaan. Sebelumnya, BPBD juga telah menggelar pelatihan vertical rescue. Saat ini, fokus pelatihan diarahkan pada kemampuan penyelamatan di air (water rescue).

"Tujuan utamanya meningkatkan kemampuan teman-teman TRC BPBD dan ASN yang tergabung dalam tim penanggulangan bencana, sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-OPD saat penanganan keadaan darurat," ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dibagi dalam dua tahapan. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan teori di dalam kelas mengenai dasar-dasar water rescue, prosedur keselamatan, hingga penanganan kecelakaan di perairan. Selanjutnya, pada hari kedua, peserta mengikuti praktik langsung di air untuk mengaplikasikan materi yang telah dipelajari sebagai bekal menghadapi berbagai potensi bencana.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari safety briefing, penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik pertolongan korban, pengoperasian perahu karet, teknik mendayung, penggunaan throw bag atau tali penolong, evakuasi korban di air, hingga simulasi penyelamatan terpadu.

Menurut Yusuf, praktik lapangan menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknik penyelamatan secara benar dan aman ketika menghadapi situasi nyata.

"Kami berharap seluruh peserta memiliki kompetensi dasar dalam penanggulangan bencana, baik water rescue, vertical rescue, maupun jenis bencana lainnya. Saat terjadi kondisi darurat, semua unsur sudah memahami tugasnya masing-masing sehingga penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi," jelasnya.

Salah satu peserta, Insan Permata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, mengaku pelatihan water rescue ini menjadi pengalaman pertamanya. Ia menilai praktik lapangan pada hari kedua menjadi sesi yang paling berkesan karena peserta langsung mempraktikkan teknik mendayung hingga evakuasi korban di air. 

"Awalnya tegang karena langsung praktik mengangkat korban dari air, tapi seru dan jadi pengalaman baru," ujarnya.

Meski Kota Madiun tidak memiliki wilayah yang tergolong rawan banjir besar, BPBD menilai pelatihan ini tetap penting. Pasalnya, beberapa kawasan masih berpotensi mengalami genangan saat hujan deras, seperti Pilangbango, Kelun, dan Tawang akibat aliran sungai yang tersumbat sampah hingga air meluap.

Melalui pelatihan ini, ASN yang tergabung dalam tim penanggulangan bencana diharapkan memiliki keterampilan dasar penyelamatan sehingga siap menjadi garda terdepan dalam membantu proses evakuasi dan penanganan awal apabila terjadi kondisi darurat di Kota Madiun.

(Dspp/rat/Madiuntoday)