Madiun Batik Heritage Festival 2026 Hadirkan Pameran hingga Kompetisi, Dorong Lahirnya Identitas Batik Kota
MADIUN – Batik akan menjadi pusat perhatian di Kota Madiun pada pertengahan Juli mendatang. Pemerintah Kota Madiun menghadirkan Madiun Batik Heritage Festival 2026, sebuah perhelatan yang memadukan pelestarian budaya dengan kreativitas dan inovasi. Digelar pada 16–18 Juli 2026 di Balai Kota Madiun, festival ini akan menghadirkan pameran, kompetisi, fashion show, hingga berbagai aktivitas interaktif untuk semakin mengenalkan sekaligus memperkuat identitas batik khas Kota Madiun.
Festival ini menghadirkan berbagai agenda menarik, di antaranya Batik Exhibition, Nyanting On The Spot, Batik Fashion Show, Batik Design Competition, Digital Batik Design Competition, Batik Photo Hunt, dan Batik Craft Painting. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai wadah apresiasi sekaligus ruang kreativitas bagi para pembatik, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat umum.
Masyarakat juga masih berkesempatan mengikuti sejumlah kompetisi yang diselenggarakan dalam festival tersebut. Batik Design Competition dan Digital Batik Design Competition masih membuka pendaftaran gratis hingga 13 Juli 2026. Khusus Batik Design Competition, peserta juga dapat mengumpulkan karya hingga tanggal tersebut, sedangkan lomba Digital Batik Design akan dilaksanakan pada 18 Juli 2026 di Balai Kota Madiun.
Sementara itu, Batik Photo Hunt masih membuka pendaftaran gratis hingga 15 Juli 2026. Lomba akan digelar pada 16 Juli 2026 dalam dua sesi, yakni pukul 07.30–10.30 WIB dan 15.30–17.00 WIB, dengan mengajak peserta mengabadikan keindahan batik melalui karya fotografi.
Bagi pecinta dunia fesyen, Batik Fashion Show juga masih membuka pendaftaran dan pengumpulan berkas hingga 9 Juli 2026. Kompetisi ini terbagi dalam kategori anak, remaja, umum, dan delegasi OPD. Babak penyisihan kategori umum dan delegasi OPD akan berlangsung pada 16 Juli, kategori anak dan remaja pada 17 Juli, sedangkan Grand Final digelar pada 18 Juli 2026 di Balai Kota Madiun.
Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan penyelenggaraan Madiun Batik Heritage Festival merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong lahirnya karya-karya batik baru yang mampu merepresentasikan karakter dan identitas Kota Madiun.
“Yang ingin kami dorong bukan sekadar mengadakan festival, tetapi bagaimana batik Kota Madiun terus berkembang sebagai sebuah karya seni yang memiliki cerita. Setiap motif harus punya makna dan identitas yang bisa dikenakan sekaligus diceritakan,” ujar Bagus.
Ia menambahkan, hasil karya dari kompetisi batik nantinya diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memberikan manfaat bagi para pembatik.
“Kami ingin hasil lomba ini bisa menjadi aset Pemerintah Kota Madiun, tetapi pembatiknya juga tetap memiliki hak atas karyanya sehingga ada value yang mereka peroleh. Harapannya, karya mereka semakin dihargai dan batik Kota Madiun memiliki identitas yang kuat,” pungkasnya.
Menurutnya, batik tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang besar apabila terus dikembangkan melalui inovasi dan kreativitas. Karena itu, festival ini diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pembatik, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat batik sebagai kebanggaan Kota Madiun.
Melalui Madiun Batik Heritage Festival 2026, Pemerintah Kota Madiun berharap lahir motif-motif batik yang memiliki ciri khas kuat, menjadi identitas daerah, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing para pembatik lokal di pasar yang lebih luas.
(oksta/kus/madiuntoday)