Coklit Data Pemilu 2024 Dimulai, KPU Ajak Warga Berpartisipasi
MADIUN - kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk Pemilu 2024 dimulai. Petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun pun mulai berkeliling melakuka pendataan di rumah warga.
Ketua KPU Kota Madiun, Wisnu Wardhana mengatakan bahwa pelaksanaan coklit dilakukan serentak pada 12 Februari hingga 14 Maret mendatang.
Dalam coklit ini petugas mencocokkan data pemilih, mendata masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih namun belum tercatat dalam Formulir A-Daftar Pemilih. Serta, mencoret pemilih jika ditemukan tidak memenuhi syarat.
“Kita data, apakah ada kesesuaian, ada perubahan, atau ada kelengkapan data yang harus kita cocokkan. Kemudian, kita juga menggunakan aplikasi e-coklit sehingga data dari pantarlih bisa langsung ter-record dalam sistem data pemilih yang kita miliki,” ujarnya, Senin (13/2).
Wisnu berharap masyarakat bisa berpartisipasi dalam penyusunan data pemilih yang akurat dan mutakhir. Juga, memberikan informasi yang benar ke petugas terkait identitas kependudukan keluarga.
Adapun untuk mempercepat proses coklit, masyarakat dapat menyiapkan bukti dukung seperti Kartu Keluarga (KK) maupun KTP elektronik (e-KTP). Sedangkan bagi warga yang sudah didatangi petugas, nantinya akan mendapat tanda bukti terdaftar dan bukti coklit berupa stiker yang dipasang di depan rumah.
Seperti diketahui, dalam proses coklit ini KPU Kota Madiun menerjunkan 600 orang pantarlih. Jumlah tersebut disesuaikan dengan estimasi jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibentuk berdasarkan hasil sinkronisasi data kependudukan di masing-masing Kabupaten/Kota untuk gelaran Pemilu, 14 Februari 2024.
"Dalam pemutakhiran ini kita juga melakukan pendataan bagi pemilih disabilitas atau berkebutuhan khusus agar menjadi Pemilu yang inklusif bagi seluruh warga negara," tandasnya. (Ney/irs/madiuntoday)