Cerita Ian Badawi Bertemu Wali Kota Maidi di Washington, D.C.




Tempuh Perjalanan 100 Kilometer Lebih Demi Bertemu Sang Mantan Kepala Sekolah


WASHINGTON, USA – Wali Kota Madiun, Maidi tengah berada di Amerika Serikat saat ini. Bersama sejumlah kepala daerah yang lain, Wali Kota Maidi tengah menjalani kegiatan program Certified Senior Eksekutif Study dalam bidang Regional and Urban Development Strategy. Lawatan luar negeri kali ini merupakan undangan dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan INADATA Consulting. 


Nah disela kegiatan belajar tersebut, Wali Kota Maidi tak sengaja bertemu mantan anak didiknya di SMAN 2 Kota Madiun dulu di Washington, D.C. Moment itu pun diabadikan dalam unggahan instagram pribadi Wali Kota Maidi pada Jumat (4/8) kemarin. Tim madiuntoday berhasil mengorek informasi dari Ian Badawi, sang murid tersebut, melalui sambungan telepon. Seperti apa?


Nada suara Ian Badawi terasa hangat dan menyenangkan saat dihubungi via telepon whatsapp, Jumat (4/8) malam Waktu Indonesia bagian Barat (WIB). Dia tampak senang. Biarpun tengah kesibukan bekerja, warga Kota Madiun yang kini bekerja di ICF Internasional di Virgina tersebut tetap melayani sambungan telepon tim madiuntoday dengan hangat. Apalagi, pertanyaan yang dilontarkan seputar pertemuannya dengan Wali Kota Madiun, Maidi di sana. 


‘’Jadi awalnya saya tidak tahu kalau pak wali kota berada di Washington. Info itu saya dapat dari teman saya, sama-sama alumni SMAN 2 yang di Madiun,’’ kata Ian. 


Ian juga mendapat nomor whatsapp pendamping Wali Kota Maidi dari temannya tersebut. Komunikasipun terjalin hingga akhirnya sepakat untuk bertemu. Ian mengajak serta istri dan kedua anaknya. Kebetulan sang istri juga alumni SMAN 2 Kota Madiun. Seperti diketahui Wali Kota Maidi pernah menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Kota Madiun. Sosok Wali Kota Maidi sebagai kepala sekolah pun masih diingat jelas oleh Ian. 


‘’Saya lulus 2003. Tetapi pada 2002 Pak Maidi kemudian ditugaskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,’’ ungkap pria 39 tahun itu.


Ian mengaku secara penampilan mantan kepala sekolahnya dulu itu tidak banyak berubah. Mulai dari pembawaannya, santainya, bahkan kumisnya pun diakuinya masih tetap sama. Karenanya, dia mengaku tidak pangling. Pertemuan dengan wali kota tersebut langsung mengajaknya bernostalgia semasa sekolah. Ian mendatangi wali kota di hotel tempat menginap. Yakni, di Hotel Hyatt Regency on Capitol Hill. Sementara, dia bertempat tinggal di Chesterfield (negara bagian) Virginia. Jaraknya, sama seperti Madiun-Solo. Artinya sekitar 118 kilometer. 


‘’Ini kesempatan langka. Kapan lagi bisa bertemu Wali Kota Madiun yang sekaligus mantan kepala sekolah dulu,’’ tegasnya.


Pertemuan itu terjadi pada Rabu (2/8) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Ian dan keluarga bertemu di depan hotel. Setelah mengobrol sebentar, mereka lantas pergi ke Masjid Indonesia IMAAM Center di kota Silver Spring negara bagian Maryland. Masjid tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Indonesia kepada Amerika Serikat untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia di sana. Hibah tersebut pada era Presiden SBY. Ian menyebut setiap kali pejabat tanah air ke sana, pasti akan singgah di masjid tersebut.

‘’Kita ke sana sekaligus untuk melaksanakan Salat Maghrib. Kalau di sini masuk Maghribnya sekitar pukul 20.30,’’ ujarnya sembari menyebut matahari baru tenggelam sekitar waktu tersebut. 


Setelahnya Ian diminta untuk mengantarkan ke tempat kuliner untuk makan malam. Lantaran tidak ada makanan khas, Ian lantas mengantarkan wali kota ke restoran seafood. Menunya kepiting salju Alaska, udang air tawar Louisiana dengan bumbu khas cajun seafood Amerika. Kegiatan makan tersebut sekaligus penutup pertemuan. Mereka akhirnya berpisah ke tempat masing-masing.


‘’Biarpun hanya beberapa jam, tapi saya sangat senang sekali. Ada banyak hal yang bisa saya petik. Khususnya ide dan inovasi bapak wali kota,’’ jelasnya warga Jalan Prajuritan Kelurahan Madiun Lor itu.


Ada banyak obrolan mengemuka. Mulai dari perkembangan Kota Madiun, kebijakan dan terobosan wali kota, sampai bocoran ke depan untuk pembangunan di Kota Madiun. Ian mengaku wali kota sosok yang cerdas. Sosok pemimpin yang mengayomi warganya. Biarpun tidak pernah lagi bertemu sejak era sekolah dulu, wali kota diakuinya tetap hangat dan tidak seperti orang asing. 


‘’Jadi malah seperti sahabat lama yang sudah lama tidak bertemu. Beliau juga tidak pelit berbagi ilmunya,’’ ungkap Ian.  


Ian sendiri sudah berada di Amerika sejak 2005 atau dua tahun setelah lulus sekolah. Dia memang kuliah dilanjut bekerja di sana. Namun, setiap tiga empat tahun sekali biasanya menyempatkan pulang ke tanah air. Tentu saja ke Kota Madiun. Pertemuan dengan sang wali kota tersebut diakuinya pertemuan yang mengesankan. Dia berharap suatu saat pertemuan itu bisa berulang lagi. 


‘’Kemarin itu sangat berkesan. Biarpun sebentar tetapi sharing ilmunya banyak sekali. Sukses buat bapak Wali Kota Maidi,’’ pungkasnya. (istimewa/agi/madiuntoday)