Masuk Nominasi TPID Kabupaten/Kota Berprestasi, Ini Kiat Wali Kota Maidi Kendalikan Inflasi
MADIUN – Pengendalian inflasi di Kota Madiun cukup baik sepanjang 2022 lalu. Buktinya Kota Pendekar berhasil masuk sebagai satu dari tiga nominator penghargaan TPID Kabupaten/Kota Berprestasi kategori Wilayah Jawa Bali. Biarpun belum meraih piala penghargaan tersebut, Kota Madiun setidaknya sudah berhasil menyingkirkan 125 kota/kabupaten lainnya di wilayah Jawa-Bali. Prosesi itu bersamaan dengan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 di Istana Merdeka Jakarta yang berlangsung pada Kamis (31/8) kemarin.
Masuknya Kota Madiun sebagai salah satu nominator tentu bukan tanpa sebab. Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun memang cukup bagus. Belum lagi, inovasi dan terobosan Wali Kota Maidi dalam pengendalian inflasi tersebut. Berikut sejumlah kiat-kiat dan inovasi sang wali kota untuk pengendalian inflasi di Kota Pendekar.
1. Warung Tekan (Wartek) Inflasi
Ya, inovasi yang satu ini memang sudah cukup familier di Kota Madiun. Apalagi, di kalangan ibu-ibu. Bagaimana tidak, Wartek inflasi masih menjadi jujukan warga untuk penuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama, untuk komoditas beras, telur, minyak goreng, dan gula. Wartek inflasi menjadi jujukan karena harganya yang lebih murah dari pasaran. Hal itu tak terlepas dari peran subsidi dari Pemerintah Kota Madiun.
2. Operasi Pasar
Gelaran operasi pasar di Kota Madiun juga cukup sering. Giat ini juga melibatkan dari stake holder terkait seperti Bulog dan juga Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Melalui operasi pasar ini juga menghadirkan beragam kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Hadirnya operasi pasar tersebut juga tak terlepas dari komunikasi yang apik dari wali kota dengan stake holder terkait.
3. Bazar Murah
Bazar murah ini juga hadir berkat kinerja apik sejumlah pihak. Biasanya, dari unsur Dinas Perdagangan dengan PKK. Berbeda dengan Operasi Pasar, bazar murah ini biasanya berlangsung di kantor-kantor kecamatan atau kelurahan. Bazar yang menyediakan beragam kebutuhan pokok ini juga cukup berhasil menekan inflasi.
4. Bantuan Sembako
Wali Kota Maidi memang dikenal gemar membagikan bantuan sembako. Nyaris disetiap kegiatan wali kota di masyarakat selalu mengemuka pembagian sembako tersebut. Maklum, satu kendaraan sembako memang selalu mengikuti kegiatan wali kota. Bantuan bahan kebutuhan pokok tersebut setidaknya sedikit meringankan beban masyarakat. Pengeluaran untuk pembelian bahan kebutuhan pokok bisa disimpan atau dialihkan kebutuhan yang lain.
5. Bantuan Minyak Goreng
Wali Kota Maidi juga rajin membagikan bantuan minyak goreng kepada masyarakat. Pembagian biasanya bersamaan dengan kegiatan wali kota di tengah masyarakat. Mulai pertemuan-pertemuan seperti cangkrukan, ngopi ireng, dan lain sebagainya. Bahkan, wali kota juga membagikan minyak kepada jamaah salat berjamaah.
6. Bantuan Seragam dan Ongkos Jahit
Setiap tahun ajaran baru wali murid cukup dipusingkan dengan kebutuhan seragam bagi anaknya. Kebutuhan kain seragam tersebut bisa saja memicu inflasi jika tidak dikendalikan. Karenanya, Pemerintah Kota Madiun mengeluarkan kebijakan bantuan seragam gratis kepada peserta didik baru tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Tak hanya kain seragam, Pemkot Madiun juga memberikan bantuan ongkos jahitnya. Seperti bantuan sembako, bantuan ongkos jahit tersebut diharap bisa meringankan beban masyarakat.
7. Bantuan Bibit Tanaman Pangan
Cabai salah satu komoditas pemicu inflasi di Kota Madiun. Maklum, kebutuhan cabai cukup besar di Kota Madiun. Maklum, Kota Madiun kota pecel. Nah, Pemerintah Kota Madiun menyediakan 10 ribu bibit tanaman cabai gratis. Masyarakat yang ingin menanam cabai dipersilahkan untuk mengajukan permohonan bantuan bibit tersebut. Kebijakan itu sejalan dengan langkah wali kota untuk menghidupkan lahan tidur di Kota Madiun.
8. Memperkuat P2L
Pekarangan Pangan Lestari (P2L) memang cukup membantu menekan inflasi suatu daerah. Terutama jika inflasi tersebut dipicu komoditas bahan pangan. Kebutuhan akan komoditas tersebut bisa dicukupi dari P2L ditiap-tiap keluarahan. Pemerintah Kota Madiun getol memberikan bantuan untuk penguatan P2L tersebut. Wali Kota Madiun, Maidi juga beberapa kali meninjau langsung keberadaan P2L masyarakat tersebut.
Nah, itu tadi sejumlah upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun di bawah kepemimpinan Wali Kota Maidi. Inflasi di Kota Madiun memang cukup terjaga sejauh ini. Tetapi wajib terus dilakukan upaya pengendalian agar inflasi tidak kelewat tinggi hingga berpengaruh pada resesi dan krisis ekonomi. (ws hendro/agi/madiuntoday)