Inovasi Pendekar Berkumis SMPN 11 Masuk Top 5 Kovablik Provinsi Jawa Timur, Stand Pameran Kota Madiun Juga Terinovatif III



MADIUN – Inovasi dari Kota Madiun kembali mencuri perhatian di tingkat Provinsi Jawa Timur. Kali ini, inovasi Pendidikan Kreatif Ramah Lingkungan Bersama Kurangi Emisi Bumi (Pendekar Berkumis) dari SMPN 11 Kota Madiun berhasil masuk Top 5 Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Pemerintah Provinsi Jawa Timur kategori kelompok replikasi. Piagam penghargaan diberikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak didampingi Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB, Dyah Natalisa dan diterima Sekda Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto di Kota Batu, Kamis (23/11).
Tak hanya berhasil masuk Top 5 Kovablik, stand pameran dari Kota Madiun juga berhasil meraih stand terinovatif ke-3. Penghargaan memang diberikan bersamaan Pameran Inovasi Pelayanan Publik dan Jatim Bureaucracy Fest 2023. Kota Madiun mengusung inovasi pelayanan cetak KTP dan Profit M-Tech dalam tema stand yang disajikan. Seperti diketahui, Profit M-Tech merupakan inovasi Dinas Kominfo Kota Madiun yang berhasil masuk Top 45 kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat nasional tahun lalu.
‘’Alhamdulillah, dari lima inovasi yang kita ikutkan tahun ini, ada satu yang masuk Top 5 kategori replika,’’ kata Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Madiun, Sulistanti Purwaningtyastuti, Sabtu (25/11).
Ajang Kovablik digelar setiap tahun. Masing-masing daerah mengirimkan inovasi terbaiknya. Tanti menyebut ada ribuan inovasi yang masuk dari seluruh daerah di Jawa Timur. Setiap daerah memang diperbolehkan mengirim lebih dari satu inovasi. Pemerintah Kota Madiun sendiri mengirimkan lima inovasi tahun ini. Salah satunya, Pendekar Berkumis dari SMPN 11 tersebut.
‘’Jadi ada seleksi bertahap. Dari ribuan yang masuk itu kemudian disaring menjadi 55 finalis. Dari jumlah itu kemudian diambil lagi tinggal 38 top inovasi pelayanan publik, dimana Pendekar Berkumis salah satunya,’’ jelasnya sembari menyebut proses penilaian sejak Juli lalu.
Lantas seperti apa inovasi Pendekar Berkumis? Mengutip dari website SMPN 11 Kota Madiun, inovasi Pendekar Berkumis merupakan tindak lanjut dari capaian predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri yang diraih SMPN 11 Kota Madiun pada 2016 silam. Sesuai dengan namanya, inovasi Pendekar Berkumis berkaitan dengan lingkungan. Di dalamnya, peserta didik dilibatkan secara aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Di antaranya, pemilahan sampah secara benar dan kontinyu, bank sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk padat dan cair, pembuatan gas metana, pemanfaatan produk dan ekonomi kreatif pengelolaan sampah, dan budidaya maggot.
Artinya sampah di SMPN 11, sudah dikelola dengan baik. Mulai daur ulang hingga dijadikan gas metan juga pupuk kompos hingga budidaya maggot. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut bukan hanya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi sekaligus menjadi pembelajaran bagi peserta didik.
‘’Penghargaan ini harus jadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih prima,’’ pungkasnya. (vincent/agi/madiuntoday)