Jadi Moda Transportasi Pilihan, Penumpang KA Nataru Periode 2023/2024 Meningkat 16 Persen
MADIUN - Jumlah penumpang kereta api mengalami kenaikan signifikan pada masa angkutan Nataru 2023/2024. Sejak 21 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024 tercatat 146.607 penumpang telah memanfaatkan layanan KA dari PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun.
"Angka ini naik 16 persen dibandingkan periode Nataru 2022/2023 yang mencapai 126.416 pelanggan," ujar Wakil Kepala Daerah Operasi PT KAI Daop 7 Madiun, Irene Margareth Konstantine saat pers release di kantor Humas Daop 7 Madiun, Selasa (9/1).
Pada Angkutan Nataru 2023/2024, KAI mencatat stasiun dengan penumpang naik tertinggi di wilayah Daop 7 Madiun pada periode Nataru ini yaitu Stasiun Madiun 50.304 penumpang, Stasiun Kediri 19.956 penumpang, Stasiun Jombang 15.726 penumpang, Stasiun Blitar 12.723 penumpang, dan Stasiun Tulungagung 11.808 penumpang.
Tak hanya itu, seluruh operasional perjalanan KA pada masa angkutan Nataru 2023/2024 juga terpantau lancar karena dukungan dari berbagai pihak. Seperti, TNI/Polri hingga relawan yang turut terjun langsung membantu pelayanan di stasiun.
Pencapaian positif di masa Angkutan Nataru ini juga terdapat di sisi ketepatan waktu atau On Time Performance keberangkatan kereta api mencapai 99,3 persen dan kedatangan kereta api mencapai 98,2 persen. Hal ini juga yang menjadikan pertimbangan utama masyarakat memilih moda transportasi kereta api.
Lebih lanjut, Irene mengungkapkan, puncak volume pelanggan pada periode Nataru 2023/2024 terjadi pada Selasa 26 Desember 2023 sebanyak 10.688 pelanggan. Adapun puncak masa tahun baru terjadi pada 1 Januari 2024 sebanyak 10.101 pelanggan.
Di sisi kanal penjualan tiket, KAI mencatat transaksi penjualan tiket KA Jarak Jauh dan Lokal yang berangkat pada masa angkutan Nataru 2023/2024 didominasi melalui Access by KAI sebesar 65 persen dan melalui channel eksternal sebesar 27 persen.
Irene pun menambahkan, keberhasilan dalam melayani pelanggan di masa Nataru 2023/2024 ini akan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara detail dan komprehensif, termasuk kepatuhan terhadap pelaksanaan budaya keselamatan serta aspek pelayanan.
“Hasil evaluasi ini kami harapkan dapat menjadi strategi pembelajaran yang sangat penting bagi KAI untuk mempersiapkan operasional KA sepanjang tahun 2024, khususnya menjelang Angkutan Lebaran tahun 2024 yang tidak lama lagi akan kita laksanakan,” tandasnya. (Ws hendro/irs/madiuntoday)