Merangkul Disabilitas: Peran Penting dalam Mewujudkan Pembangunan Kota Madiun yang Inklusif



 
MADIUN - Setiap individu memiliki peran penting untuk membangun dan mengembangkan daerah, termasuk individu yang berkebutuhan khusus atau disabilitas.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial PP PA Kota Madiun, jumlah disabilitas di Kota Madiun sebanyak 757 yang terdiri dari Anak Sekolah SLB berjumlah 248 orang dan Dewasa (usia lebih dari 18 tahun) berjumlah 509 orang.

Mereka merupakan individu yang memiliki peran yang sama dalam pembangunan. Individu disabilitas dapat berperan dalam berbagai sektor pembangunan. Dalam bidang pendidikan, mereka bisa menjadi guru, dosen, atau peneliti. Dalam bidang ekonomi, mereka bisa menjadi pengusaha, pekerja, atau investor. Dalam bidang sosial dan budaya, mereka bisa menjadi seniman, penulis, atau aktivis hak-hak penyandang disabilitas.

Maka, untuk mendukung potensi tersebut pemerintah terus mendukung pengembangan skill para disabilitas dengan serangkaian program pemberdayaan. Di antaranya melalui pelatihan keterampilan yang dilakukan oleh Dinsos, seperti pelatihan membuat telur asin dan membatik.

Di Kota Madiun, disabilitas juga mendapatkan ruang untuk berkreasi. Di antaranya, Hari Disabilitas Indonesia (HDI) tahun 2022 dalam kesenian Tari dan Musik. Gebyar Anak Disabilitas dalam Peringatan Hari Jadi Kota Madiun tahun 2022 dalam kesenian Tari, Lukis, Musik (Hadroh dan Angklung) dan Bela Diri dan Peringatan hari GERKATIN tahun 2022 dalam kesenian fashion show yang dilaksanakan di Kota Malang.
 
Tak hanya itu, pemkot juga telah memberikan alokasi anggaran khusus untuk penyandang disabilitas, yakni Pemberian Alat Bantu dalam bentuk di antaranya Kursi Roda untuk Disabilitas Fisik, Tongkat Sensorik untuk Disabilitas Netra, Alat Bantu Dengar untuk Disabilitas Rungu, Tongkat Ketiak Disabilitas Fisik, Kaki Palsu tipe panjang dan tipe pendek Disabilitas Fisik, Alat Bantu Walker untuk Disabilitas Fisik, Pemberian bantuan atensi dalam bentuk sembako dari Kementerian Sosial, Pemberian bantuan Kewirausahaan dari Kementerian Sosial, Pemberian bantuan disabilitas berat berupa uang tunai setiap bulan Rp. 300.000, diterimakan setiap triwulan selama 1 tahun.

Untuk menguatkan kepercayaan diri dan mengubah stigma negatif disabilitas, pemkot membuka kesempatan bagi disabilitas yang ingin mendaftarkan diri sebagai pegawai negeri sipil dengan membuka formasi bagi disabilitas. Hal tersebut membuktikan bahwa seluruh masyarakat berkat mendapatkan hak yang sama untuk mendapat pekerjaan yang layak.

Selain itu, untuk semakin mendukung peran disabilitas dalam bersosial masyarakat, terbaru, pemkot melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengajak para disabilitas untuk ikut berkontribusi aktif berkarya dan berbagi informasi, khususnya melalui radio. Untuk mengawali langkah tersebut, melalui radio lppl suara madiun digelar dialog khusus, yaitu sarasehan bersama KIM dan Perwakilan Penyandang Disabilitas dalam rangka Hut ke – 19 LPPL radio suara madiun, pada hari kamis, 1 Februari 2024 mendatang bersama Wali Kota Madiun, Dr.Maidi. Kegiatan ini juga untuk membuka ruang agar para disabilitas mampu berperan aktif dalam penyebaran informasi dan berkreasi di media massa.
(doc.Diskominfo/tyo/kus/diskominfo)