Dua Warga Terjangkit DBD, Petugas Gelar Fogging Di Panorama Wilis
MADIUN - Petugas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) kembali melaksanakan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan demam berdarah dengue (DBD).
Pelaksanaan fogging berlangsung di Perum Panorama Wilis, Senin (5/2). Mulai pukul 07.00, petugas menyisir kawasan RT 55 dan 54 wilayah tersebut.
Ketua RT 55, Setijo Handono menuturkan bahwa sebelumnya ada dua warganya yang terjangkit DBD. Yakni, seorang ibu berusia 54 tahun dan pemuda sekitar 25 tahun. Penyebaran DBD diduga karena adanya lahan kosong yang ditumbuhi rumput tinggi sehingga menjadi lokasi sarang nyamuk.
"Sudah kami laksanakan pembersihan. Seperti pemotongan rumput dan petugas jentik kami selalu berkeliling mengecek rumah warga," ujarnya.
Proses fogging dilaksanakan dua kali. Pengulangan dilakukan seminggu setelah pengasapan pertama. Sebelum melaksanakan fogging, petugas puskesmas melakukan penyelidikan epidemiologi.
Kepala Dinkes PPKB, dr. Denik Wuryani mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus.
"Karena fogging bukan satu-satunya cara pemberantasan nyamuk. Tetap PSN 3M Plus yang utama," jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinkes PPKB, selama Januari 2024 terdapat 35 kasus pasien menderita DBD. Selain itu, satu orang warga meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Karenanya, Denik mengajak masyarakat untuk senantiasa waspada. Agar penularan DBD bisa semakin ditekan.
"Gejalanya mirip flu. Demam naik-turun, pusing, hingga nyeri badan. Segera periksakan ke fasilitas kesehatan jika demam dua hari tidak sembuh," tandasnya. (Ney/irs/madiuntoday)