Sidak Stok Beras SPHP Di Pasaran, Bulog Siapkan Sistem Perketat Pembelian




MADIUN - Tim Perum Bulog Madiun bersama Dinas Perdagangan Kota Madiun menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Kota Madiun. Hal ini dilakukan untuk memastikan stok beras SPHP di pasaran aman.

"Sidak kami lakukan karena ada laporan bahwa beras SPHP langka di pasaran," ujar Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun Hendra Kurniawan, Rabu (7/2).

Berdasarkan hasil sidak, ditemukan bahwa stok beras SPHP di pasaran sebenarnya aman. Namun, sejumlah pedagang tidak melakukan display produk sehingga terkesan barang langka.

Setelah ditelusuri, petugas mendapatkan pengakuan dari pedagang bahwa keputusan tidak mendisplay barang tersebut bukan tanpa alasan. Menurut pedagang, beras SPHP seringkali dimanfaatkan oleh oknum pembeli untuk membeli dalam jumlah besar.

"Jadi dari toko A pindah ke toko B lalu ke toko C untuk membeli beras SPHP. Setelah itu, beras dijual lagi," ungkapnya.

Untuk itu, Bulog akan mempersiapkan skema pembelian yang lebih ketat terhadap beras SPHP di pasaran. Salah satunya, menggunakan NIK pembeli. Selain itu, mereka juga menyiapkan aplikasi khusus yang mampu mendeteksi pembeli beras SPHP. Dengan demikian, diharapkan tidak lagi terjadi penimbunan barang oleh oknum.

Menurut Hendra, saat ini beras SPHP terdapat di tiga pasar tradisional. Yakni, Pasar Besar Madiun, Kojo, dan Sleko. Juga, di sebagian detail modern. Setiap pekan, Bulog melakukan dua kali distribusi 750 kilogram - 1 ton beras SPHP. Setiap kemasan 5 kilogram beras SPHP dibanderol dengan harga Rp 54.500 di pasaran.

"Ini kami lakukan untuk memastikan stok aman di pasaran. Untuk itu, kami imbau masyarakat untuk tidak panic buying karena stok aman dan merata. Jangan memanfaatkan momen untuk keuntungan pribadi," tandasnya. (Dspp/irs/madiuntoday)