Kondisi Tanah Suci Cukup Terik, Kepala Kemenag Kota Madiun Ingatkan CJH Untuk Pegang Kunci 5T




MADIUN - Calon jamaah haji (CJH) asal Kota Madiun akan segera terbang ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Tepatnya, 15 Mei 2024 dini hari. Untuk itu, persiapan para jamaah terus dimatangkan oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kota Madiun. Termasuk, dalam menghadapi kondisi cuaca yang cukup terik di tanah suci.

"Karena cuaca cukup panas, tadi disampaikan mencapai 45-50 derajat celcius, maka kami ingatkan jamaah untuk selalu memegang kunci 5T," ujar Kepala Kemenag Kota Madiun, Munir saat ditemui dalam kegiatan doa bersama menjelang keberangkatan CJH di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (13/5).

Adapun 5T menurut Munir adalah kependekan dari tertib kesehatan, tertib pola makan, tertib ibadah, tertib istirahat, dan tertib barang bawaan.

Dalam urusan kesehatan, Kemenag telah berupaya agar seluruh jamaah yang berangkat dalam kondisi prima. Bahkan, kesehatan menjadi syarat utama bagi CJH sebelum melaksanakan pelunasan. Karena itu, kesehatan harus terus dijaga.

"Selain itu, makan juga harus dijaga. Jangan melewatkan waktu makan," imbuhnya.

Menurut Munir, haji merupakan ibadah fisik 95 persen. Maka, dirinya mengimbau jamaah agar tetap bugar selama menjalankan ibadah. Salah satunya, dengan menjaga jam istirahat dengan baik.

"Ibadah juga dahulukan yang wajib. Lalu yang rukun dan yang sunah," ucapnya.

Selain itu karena dalam ibadah haji nantinya ribuan jamaah melaksanakan kegiatan secara bersama-sama maka diharapkan CJH bisa menjaga barang bawaannya agar tidak tertinggal atau hilang. Serta, pastikan selalu berada di dalam rombongan.

Lebih lanjut, Munir menjelaskan bahwa CJH tahun ini sebanyak 218 orang. 212 jamaah berangkat lebih dulu dalam kloter 17 embarkasi Surabaya. Sedangkan, 6 jamaah cadangan berangkat di kloter 20. Atau, pada 17 Mei 2024.

Dari 218 orang tersebut 44 di antaranya adalah lansia. Sedangkan, 174 lainnya non lansia.

"Dari total jamaah itu, 3 di antaranya menggunakan kursi roda. Namun, kondisinya baik. Jamaah lansia juga disertai pendamping. Baik dari keluarga maupun petugas Kemenag," jelasnya.

Sementara itu, CJH tertua asal Kota Madiun yakni Romlan, warga Kelurahan Kelun. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu memasuki usia 85 tahun 3 bulan saat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Karena usia yang sudah tidak lagi muda, Romlan berupaya mempersiapkan diri agar tetap bugar.

"Sehari-hari olahraga jalan keliling sawah," ungkap bapak 3 anak itu.

Meski berangkat sendiri, Romlan mengaku siap. Apalagi, petugas haji dari Kota Madiun selalu siap mendampingi. Yakni, pendamping bimbingan ibadah haji (KBIH) 1 orang, petugas haji daerah (PHD) 2 orang, petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) 3 orang, dan tenaga Kesehatan haji (TKH) 3 orang. (Ney/irs/madiuntoday)