Cek Sejumlah Aset, Plt Wali Kota Ingin TPS 3R, Aset Calon KKMP, Hingga Gedung Dewan Pendidikan Bermanfaat Maksimal



MADIUN – Pengelolaan sampah di tingkat bawah terus dioptimalkan Pemerintah Kota Madiun. Salah satunya, dengan mengoptimalkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada. TPS di Kota Madiun diharapkan naik kelas menjadi TPS 3R (reduce, reuse, reycle). Seperti di TPS 3R di Jalan Kresno. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun pun meninjau lokasi bersamaan dengan gowes, Selasa (7/7).

‘’Pengelolaan sampah harus maksimal, karenanya hari ini kita cek kondisinya seperti apa,’’ kata Plt wali kota. 

Urusan sampah memang menjadi perhatian Plt wali kota. Bahkan, pengelolaan sudah harus optimal di tingkat rumah tangga. Plt wali kota mencanangkan program Pilah Sampah dari Rumah. Harapannya, sampah sudah terpilah sesuai jenisnya. Hal itu tentu semakin memudahkan petugas serta dapat mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pasalnya, sampah yang masih bisa dimanfaatkan tidak tercampur dengan sampah yang harus dibuang ke TPA. Pemerintah Kota Madiun juga menggelontorkan anggaran Rp 10 juta per RT untuk pengelolaan sampah di tingkat RT. 

Tak hanya melihat TPS 3R, Plt wali kota juga meninjau sejumlah aset di sekitar lokasi. Salah satunya aset tanah kosong yang berbatasan langsung dengan TPS. Plt wali kota menyebut aset tersebut rencananya untuk lokasi Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih. 

‘’Tadi juga lihat lokasi untuk KKMP, kita cek kondisinya seperti apa. Sekaligus juga melihat gedung Dewan Pendidikan, ke depan kita kembangkan lagi,’’ ungkapnya.

Gedung Dewan Pendidikan memang berada tak jauh dari lokasi tersebut. Gedung saat ini dinilai tak berfungsi optimal. Padahal, lokasi tersebut nantinya merupakan kawasan strategis. Plt wali kota berharap ke depan gedung bisa dimanfaatkan lebih maksimal.

‘’Saat ini hanya menjadi gedung saja, padahal nantinya di sini merupakan kawasan strategis. Pastinya, akan kita optimalkan ke depan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)