BLTD dan BLT DBHCHT Disalurkan Serentak, Lebih dari 3 Ribu Warga Kota Madiun Terima Bantuan



MADIUN – Pemerintah Kota Madiun kembali menyalurkan bantuan sosial secara serentak di tiga kecamatan, yakni Kartoharjo, Manguharjo, dan Taman. Salah satu lokasi penyaluran dipusatkan di Aula Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo. Sejak pagi, ratusan warga tampak bergantian datang untuk menerima bantuan. Penyaluran dilakukan bertahap, yakni BLTD Tahap II pada 6–7 Juli 2026, kemudian dilanjutkan BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahap II periode April–Juni 2026 pada 8 Juli 2026.

Secara keseluruhan, penyaluran bantuan menyasar 3.074 keluarga penerima manfaat (KPM). Rinciannya, di Kecamatan Kartoharjo terdapat 796 KPM, Kecamatan Manguharjo 905 KPM, dan Kecamatan Taman 1.373 KPM. Penyaluran dipusatkan di Aula Kelurahan Pilangbango untuk Kecamatan Kartoharjo, Aula Kelurahan Patihan untuk Kecamatan Manguharjo, serta Aula Kelurahan Josenan untuk Kecamatan Taman. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu untuk periode April–Juni 2026.

Lurah Patihan Anjasmoro mengatakan, yang terpenting bukan hanya memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, tetapi juga dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Ia berharap dana yang diterima dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan.

"Harapan saya, khususnya warga Kecamatan Manguharjo yang menerima bantuan, agar dana tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan hal-hal yang bermanfaat," ujarnya.

Menurutnya, program ini juga menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk mengurangi beban ekonomi warga sekaligus menekan angka kemiskinan. Meski demikian, ia berharap masyarakat tetap berusaha meningkatkan kemandirian ekonomi dan tidak bergantung pada bantuan sosial.

Hal senada dirasakan Slamet Riyadi, warga Kelurahan Nambangan Kidul. Pria berusia 56 tahun yang merupakan penyandang disabilitas itu mengaku dana yang diterimanya sangat berarti untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

"Alhamdulillah sangat membantu untuk kebutuhan belanja keluarga. Saya bekerja serabutan sesuai kemampuan. Dengan kondisi saya dan istri yang juga penyandang disabilitas, bantuan ini benar-benar meringankan," tuturnya.

Bagi Slamet, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan biaya hidup, tetapi juga memberikan ketenangan bagi keluarganya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun berharap program serupa dapat terus berlanjut agar masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh dukungan.

(Rams/rat/Madiuntoday)