Atasi Limbah, DKPP Bekali Peternak Cara Pembuatan Pupuk dari Residu Ternak
MADIUN - Limbah ternak seperti kambing dan sapi tak jarang menimbulkan gangguan bagi warga sekitar. Bau yang semerbak bisa menjadi masalah jika tak ditangani dengan maksimal.
Maka dari itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, menggelar pelatihan dan pembuatan pupuk dari residu ternak. Pelatihan digelar di dinas setempat dengan melibatkan 180 peserta yang dibagi dalam tiga kloter pelatihan.
“Pesertanya para peternak sapi dan kambing. Tujuannya minimal residu yang dihasilkan ternak tidak menganggu dan bisa memiliki nilai tambah,” terang Sub Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun.
Terpisah, Narasumber dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Catur Puryanto menjelaskan, untuk membuat pupuk caranya sederhana.
“Tidak mudah untuk membuat pupuk dari residu ternak. Karena modal utamanya ya limbah itu sendiri,” ungkapnya.
Yang diperlukan, lanjutnya, yakni kotoran ternak entah sapi atau kambing sebanyak 70 persen, arang sekam 10 persen, kapur pertanian 2-3 persen ditambahkan serbuk gergaji sebanyak 10 persen dan aktivator bakteri pengurai.
“Selain bisa digunakan sebagai pupuk, kotoran ternak juga bisa dimanfaatkan sebagai gas alami,” akunya.
Melalui pelatihan ini dirinya berharap bisa membantu petani dalam mengurai permasalahan limbah ternak dan menambah nilai pada limbah itu sendiri.
(rams/kus/madiuntoday)