Polisi Serius Ungkap Insiden Penganiayaan dan Penyerangan oleh Gerombolan OTK, Kapolres: Tim Masih Bekerja




MADIUN – Polres Madiun Kota tampaknya serius mengungkap insiden penyerangan dan penganiayaan hingga perusakan pada Minggu (19/5) dini hari. Hal itu disampaikan Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto usai rapat koordinasi (rakor) Forkopimda yang digelar secara tertutup di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Minggu (19/5) sore. Kapolres menyebut pihaknya telah menerjunkan tim guna menyelidiki pelaku dan motif peristiwa sebenarnya.

‘’Dari kepolisian masih bekerja. Percayakan kepada kami dan mohon doa semoga kasus ini segera terungkap,’’ kata kapolres.

Menurutnya, tim tengah melakukan penyelidikan. Bahkan ada yang masih di lokasi mencari keterangan. Insiden tersebut terjadi di tiga titik lokasi berbeda dalam waktu yang nyaris bersamaan. Yakni sekitar pukul 01.30. Yakni, di Jalan Yos Sudarso, Jalan Kalasan, dan Jalan Puspo Warno. Meski begitu, saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah peristiwa di tiga lokasi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang sama.

‘’Dalam hal ini kami masih bekerja di lapangan. Nanti akan kami simpulkan. Perkembangan tim yang di lapangan akan kami jadikan langkah untuk mengambil tindakan,’’ tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berasal dari kegiatan yang digelar di salah satu café di Jalan Yos Sudarso Kota Madiun. Kapolres menyebut kegiatan yang melibatkan mobilitas massa tersebut tak mengantongi izin kepolisian. Namun, pihaknya enggan menyimpulkan bahwa peristiwa mencekam bersumber dari kafe tersebut.

‘’Dari kafe izinnya tidak ada. Kami tidak hanya mengulik salah satu sumber informasi. Keterangan lain akan kami padukan agar mengerucut pada kejadian dan pelaku perorangan atau kelompok,’’ jelasnya.

Padahal, lanjutnya, setiap kegiatan masyarakat yang mengumpulkan orang banyak wajib mengantongi izin keramaian ke pihak kepolisian. Karenanya, kapolres menyesalkan kegiatan tak berizin hingga berujung peristiwa itu terjadi.

‘’Termasuk pelaku usaha itu (kafe) juga menginfokan ada perkumpulan orang. Sehingga, segera kami lakukan kegiatan pengawasan, penjagaan dan pencegahan. Kalau perlu penegakan hukum agar tidak berkembang menjadi kegiatan yang negatif dan meluas,’’ tuturnya.

Seperti diberitakan, insiden tersebut mengakibatkan tujuh orang luka-luka. Tiga di antaranya mengalami luka serius dan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Madiun. Ketiga korban juga telah dijenguk Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto. (ws hendro/agi/madiuntoday)