Harga Emas Kian Tinggi, Tingkat Pembelian Justru Meningkat
MADIUN – Harga emas batangan 24 karat atau logam mulia terus mengalami kenaikan. Terutama, sejak lebaran hingga saat ini. Salah satunya, emas keluaran PT Aneka Tambang Tbk yang awalnya berada di kisaran Rp 1,2 juta kini naik sampai di angka Rp 1.384.000.
Namun, kenaikan harga yang cukup tinggi ini justru menyebabkan fenomena ‘’panic buying’’ di sejumlah kalangan masyarakat. Terutama, mereka yang sudah cukup lama berinvestasi di logam mulia.
‘’Karena takut harganya semakin naik, maka cepat-cepat beli untuk mengamankan investasi,’’ ujar Manajer Distro PT Pegadaian Galeri24 Kota Madiun Valentina Ratri Mutiara, Selasa (21/5).
Meski begitu, tak sedikit pula pelanggan baru yang datang. Rata-rata, mereka mengetahui investasi emas dari konten media sosial. Logam mulia dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang mudah. Apalagi, kenaikan harganya sejak pandemi Covid-19 cukup signifikan.
Bahkan, banyak pula masyarakat yang mengajari anak-anak mereka untuk berinvestasi emas dengan memanfaatkan uang saku yang didapatkan saat lebaran. Sehingga, tak heran jika tingkat penjualan logam mulia setelah lebaran cukup tinggi.
‘’Rata-rata per hari minimal 80 gram. Pernah juga sampai 200 gram. Baik logam mulia maupun bentuk perhiasan,’’ jelasnya.
Menurut Valentina, rata-rata pembeli perempuan usia paruh baya memilih perhiasan sebagai barang investasi. Sedangkan, pembeli usia pensiunan atau pria rata-rata memilih logam mulia.
‘’Harga emas memang tidak mudah diprediksi. Karena tergantung dengan inflasi Amerika Serikat. Namun, perkiraan harganya akan naik terus. Apalagi Antam sepertinya akan sulit untuk turun di angka Rp 1,2 juta lagi,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)