Banyak Inovasi dalam Mengajar Juga Dukungan Pemda yang Besar, Kota Madiun Raih Juara 2 Pemanfaatan PMM
MADIUN – Penerapan Kurikulum Merdeka di Kota Madiun cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan diraihnya penghargaan atas adopsi dan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di Kota Madiun yang cukup bagus. Kota Madiun berhasil meraih juara dua Pemerintah Daerah dengan Adoption Rate dan Pemanfaatan PMM Tinggi Versi Bulan Januari sampai dengan Bulan Mei Provinsi Jawa Timur tahun 2024 oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diberikan bersamaan Festival Kurikulum Merdeka di Sidoarjo pada 19 Mei lalu.
‘’Jadi ini Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan di dalam kebijakan pengimplementasian Kurikulum Merdeka serta digitalisasi pendidikan secara rutin dilakukan evaluasi oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dan Alhamdulillah, dalam evaluasi kali ini kita dapat juara dua,’’ kata Bidang Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan Kota Madiun, Slamet Hariyadi, Rabu (22/5).
Seremonial ulang penyerahan sertifikat dilakukan bersamaan dengan pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di halaman Dinas Pendidikan, Selasa (21/5). Hariyadi menyebut evaluasi kali ini untuk rentang Januari-Mei 2024. Penilaian yang dilakukan pun cukup banyak. mulai inovasi guru dalam mengajar hingga urusan pengawas sekolah.
‘’Bagaimana kreatifitas guru dalam mengajar, inovasi-inovasi yang dilakukan, hingga urusan pengawasan menjadi indikator penilaiannya. Semakin bisa mengeksplore dan mengimplementasi Kurikulum Merdeka, nilainya semakin besar,’’ jelasnya.
Setiap inovasi yang dilakukan memang wajib dilaporkan ke dalam PMM. Misalnya inovasi cara mengajar, inovasi dalam penilaian, dan lain sebagainya. Hariyadi menambahkan penilaian juga terkait bagaimana dukungan Pemerintah Daerah termasuk Dinas Pendidikan terkait penerapan Kurikulum Merdeka tersebut. Mulai dukungan semangat, kebijakan, hingga urusan anggaran.
‘’Untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ini memang butuh peran semua pihak. Karenanya, dukungan dari Pemda khususnya Dinas Pendidikan juga menjadi penilaiannya. Di Kota Madiun dukungan itu cukup baik. Termasuk fasilitasi laptop dan akses internet,’’ pungkasnya. (ney/agi/madiuntoday)