Dapat Program Penanganan Kumuh Terpadu, Permukiman di Sekitar Saluran Pancasila Juga Akan Dapat Sentuhan Pembangunan dari Pemprov Jatim




MADIUN – Kawasan kumuh di Kota Madiun tampaknya bakal berkurang secara dratis. Bagaimana tidak, pembangunan kawasan kumuh juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi bersama Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto pun meninjau lokasi yang menjadi fokus penanganan kawasan kumuh di Kota Madiun, Rabu (29/5).

Lokasi yang ditinjau yakni permukiman sekitar saluran Pancasila Kelurahan Nambangan Lor. Lokasi tersebut bakal mendapatkan sentuhan pembangunan yang berangkat dari program penanganan kumuh terpadu kolaborasi antaran Pemerintah Kota Madiun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

‘’Daerah kumuh adalah salah satu tempat yang berdampak sosial seperti kemiskinan, kriminalitas, dan kesehatan. Karenanya, butuh penanganan bersama dan tentu saja kami sangat mendukung terkait program penanganan kumuh terpadu ini,’’ kata Pj Wali Kota Eddy.

Setidaknya ada sebesar 13 hektar di lingkungan tersebut yang masuk dalam kawasan kumuh. Pemerintah Kota Madiun sudah memulai penanganan dengan sejumlah pembangunan. Salah satunya, pembenahan Pasar Pancasila dan penutupan bagian atas saluran Pancasila di sebelah pasar tersebut. Nah, penataan akan berlanjut tahun ini. Pemkot Madiun memang sudah berencana untuk menutup saluran Pancasila hingga ke sebelah timur ke Jalan Kutilang.

‘’Pemerintah Kota Madiun sudah memulai nantinya akan dibantu juga dari Pemprov, harapannya penanganan kawasan kumuh bisa semakin cepat,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi menyebut penanganan kumuh dulu dilakukan secara parsial. Alhasil, penanganan kurang optimal. Melalui program penanganan kumuh terpadu tersebut pengentasan kawasan kumuh bisa semakin cepat dilakukan. Tidak hanya kolaborasi dari pemda dan pemprov, namun juga ada keterlibatan dari kementerian terkait.

‘’Harapan sekali masuk, penanganan kawasan kumuh bisa berkurang lebih cepat dalam satu tahun,’’ ujarnya.

Peninjauan, lanjutnya, memang baru langkah awal. Pihaknya akan memasukkan data yang dihimpun dari tinjauan tersebut ke dalam aplikasi. Sedang, pembangunan akan mulai dilakukan tahun depan.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah Kota Madiun, Suwarno menyebut kawasan tersebut memang sudah masuk dalam fokus pembangunan di Kota Madiun. Bahkan, konsep pembangunannya sudah mengemuka. Saluran Pancasila, kata Suwarno, bakal ditutup bagian atasnya. Itu akan dimanfaatkan sebagai akses jalan. Rumah-rumah di kawasan tersebut akan dihadapkan ke saluran tersebut.

‘’Jadi kalau dengan konsep yang sekarang ini, kawasan permukiman di sana sulit dijangkau karena hanya dilewati jalan gang. Ini akan menyulitkan penanganan kalau seandainya terjadi permasalahan seperti kebakaran. Makanya, konsep akan kita ubah ke depan,’’ jelasnya. (rams/agi/madiuntoday)