Pastikan Istithaah Kesehatan, 227 Jemaah Haji Kota Madiun Jalani Vaksinasi



MADIUN – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) mulai menggelar vaksinasi bagi calon jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan kesehatan jemaah sebagai bagian dari syarat istithaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Di Kota Madiun, sebanyak 227 jemaah haji mengikuti vaksinasi yang telah dimulai sejak Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis. Pelaksanaan dilakukan di enam puskesmas, yakni Demangan, Banjarejo, Manguharjo, Ngegong, Sukosari, dan Tawangrejo.

Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun, Denik Wuryani, menjelaskan vaksinasi yang diberikan meliputi tiga jenis, yakni meningitis, polio, dan Covid-19. Namun, pelaksanaan lebih difokuskan pada vaksin meningitis dan polio, mengingat sebagian besar jemaah telah mendapatkan vaksin Covid-19 hingga dosis lengkap.

“Vaksin meningitis wajib, kemudian polio juga diwajibkan karena adanya KLB polio. Untuk Covid-19, rata-rata jemaah sudah mendapatkan dosis lengkap,” ujarnya.

Menurutnya, vaksinasi ini menjadi langkah pencegahan penting karena selama di Arab Saudi jemaah akan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai negara. Risiko penularan penyakit pun cukup tinggi jika kondisi tubuh tidak dipersiapkan dengan baik.

Ia menambahkan, vaksin meningitis memiliki masa perlindungan hingga tiga tahun. Jemaah yang masih memiliki kekebalan dari vaksin sebelumnya, misalnya setelah menjalani umrah, tidak perlu menjalani vaksinasi ulang. Pelaksanaan vaksinasi pun disesuaikan dengan kondisi dan riwayat masing-masing jemaah. Sementara itu, bagi yang belum, vaksinasi tetap dilakukan sesuai ketentuan. Setelahnya, data jemaah akan diinput ke dalam Sistem Informasi Kesehatan Haji (Siskohatkes) serta dilengkapi sertifikat sebagai bukti vaksinasi.

Dari sisi persyaratan, jemaah hanya perlu dalam kondisi sehat saat mengikuti vaksinasi. Adapun efek samping yang muncul umumnya ringan, seperti pegal atau demam ringan, dan dapat diatasi dengan penanganan sederhana.

Menjelang keberangkatan yang dijadwalkan pada 27 April mendatang, Dinkes mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan. Mulai dari pola makan, istirahat yang cukup, hingga aktivitas fisik seperti latihan berjalan agar tidak kaget saat menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina.

“Yang terpenting jemaah menjaga kesehatannya sampai berangkat, mulai dari pola makan, istirahat, hingga aktivitas fisik,” tambah Denik.

Bagi jemaah dengan riwayat komorbid seperti diabetes dan hipertensi, diminta lebih disiplin dalam menjaga kondisi kesehatannya. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat serta menjaga pola hidup sehat menjadi kunci agar penyakit tetap terkontrol selama menjalani ibadah haji.

Berdasarkan data Dinkes, mayoritas jemaah haji Kota Madiun tahun ini tergolong lanjut usia dengan rata-rata usia sekitar 53 tahun. Jemaah tertua berusia 76 tahun, sementara yang termuda 16 tahun. Sebagian besar juga masuk kategori risiko tinggi karena faktor usia dan komorbid. Meski demikian, kondisi jemaah secara umum terpantau baik tanpa keluhan berarti. Dinkes berharap seluruh jemaah dapat mempertahankan kondisi tersebut hingga hari keberangkatan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada keluhan berarti. Harapan kami seluruh jemaah tetap sehat hingga keberangkatan nanti,” pungkasnya.

(rams/rat/madiuntoday)