Masjid Kuncen Bakal Jadi Pusat Pengembangan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
MADIUN - Masjid Nur Hidayatullah atau Masjid Kuncen merupakan salah satu cagar budaya yang terus dilestarikan di Kota Madiun. Berusia 449 tahun, rumah ibadah di Kelurahan Kuncen tersebut telah menarik perhatian umat muslim dari berbagai daerah.
Pun, pengembangan yang dilaksanakan Pemkot Madiun terus berjalan. Seperti tahun lalu, pemkot telah menyelesaikan pembangunan menara, sendang, dan trotoar di sekitar masjid yang nantinya akan diproyeksikan sebagai pusat wisata religi di Kota Pendekar.
"Fasilitas dan cagar budaya di Kuncen sudah diperbaiki, tinggal bagaimana nanti kita mengisinya dengan event-event yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun Agus Purwowidagdo, Kamis (30/5).
Salah satu event yang direncanakan dinasnya, menurut Agus, adalah Festival Gembrung yang telah menjadi warisan budaya tak benda Indonesia.
Dalam website Warisan Budaya Takbenda Indonesia Kemendikbudristek, disebutkan bahwa gembrung merupakan kesenian yang diduga berasal dari Jawa Tengah. Kesenian ini kemudian menyebar hingga wilayah Jawa Timur termasuk juga Kota Madiun. Di Kota madiun gembrung sudah menjadi kesenian khas.
Syair-syair yang terkandung dalam nyanyian shalawat gembrung sarat dengan nilai-nilai agama dan penuh dengan pesan moral. Selain itu, juga terdapat pujian-pujian yang mengagungkan Allah SWT. Karenanya, tak heran jika kesenian ini sering dimainkan pada event besar seperti Maulud Nabi.
Lebih lanjut, Agus berharap Festival Gembrung ini nantinya bisa menjadi agenda tahunan di Kota Madiun dan menambah jumlah Kharisma Event Nasional (KEN) di Jawa Timur.
"Ini sedang kami pikirkan agar bisa menjadi event Nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain di Kuncen nanti juga ada di Masjid Kuno Taman," tandasnya. (Ws Hendro/irs/madiuntoday)