Mengenal Evali, Penyakit Pernapasan Akibat Vape
MADIUN - Vape atau rokok elektrik nyatanya tak lebih aman daripada rokok pada biasanya. Rokok elektrik itu ternyata membawa sejumlah macam resiko penyakit yang menyerang pernapasan. Di antaranya adalah EVALI.
EVALI sendiri merupakan singkatan dari e-cigarette or vaping use-associated lung injury, yang awalnya dikenali sebagai vaping associated pulmonary illness (VAPI).
Istilah tersebut diperbarui sebab meningkatnya jumlah kasus penyakit paru-paru parah terkait penggunaan produk rokok elektronik dan vape, yang pertama kali teridentifikasi pada tahun 2019. Penyakit tersebut merupakan respons inflamasi atau peradangan yang terjadi ri dalam paru-paru. Pemicunya adalah zat yang dihirup.
Mengingat, berbagai macam produk (banyak yang ilegal atau palsu) dan banyak bahan berbeda, tak heran jika EVALI juga bervariasi. Faktor risiko utama EVALI adalah menggunakan atau pernah menggunakan produk vape. Berdasarkan laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 80 persen orang yang dirawat di rumah sakit karena EVALI dilaporkan menggunakan produk vape yang mengandung THC, walaupun banyak juga yang mengatakan mereka menggunakan produk yang menggunakan nikotin.
Lebih lanjut CDC menyebutkan bahwa hampir 80 persen pasien yang mengalami EVALI yang menggunakan rokok elektronik yang mengandung THC mendapatkan produk tersebut dari "sumber informal" termasuk keluarga, teman, dealer, sumberonline, daripada mendapatkannya di toko resmi.
Berikut beberapa gejala awal terjadinya Evali, antara lain nyeri dada, batuk, sesak napas (dispnea), detak jantung cepat (takikardia), sakit perut, mual dan muntah, diare, demam, menggigil, hingga penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Jadi, hati-hati ya dalam memilih gaya hidup. Sayangi diri dan jaga kesehatan.
(Rams/kus/madiuntoday)