Terjadi Fenomena Hari Tanpa Bayangan, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Panas




MADIUN – Fenomena hari tanpa bayangan kembali terjadi di wilayah Indonesia. Peristiwa tahunan ini disebabkan oleh pergerakan semu matahari dari khatulistiwa menuju arah Selatan. Saat posisi matahari berada paling tinggi di atas langit, maka terjadilah hari tanpa bayangan. Atau, biasa disebut dengan kulminasi.

Saat kulminasi berlangsung, posisi matahari berada tepat di atas kepala pengamat atau titik zenit. Dengan demikian, bayangan benda tegak akan tampak menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Oleh sebab itu, peristiwa ini disebut hari tanpa bayangan.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris menuturkan, fenomena hari tanpa bayangan terjadi secara rutin setiap tahun di wilayah Indonesia. Khusus wilayah Jawa Timur, fenomena ini dapat diamati mulai 10-14 Oktober 2024.

Adapun daerah yang pertama kali merasakan fenomena hari tanpa bayangan di Jatim ini ada di Tuban. Yakni, pada 10 Oktober 2024 pukul 11.18. Sedangkan, yang terakhir mengalami di wilayah Pacitan pada 14 Oktober 2024 pukul 11.21.

‘’Untuk wilayah Madiun akan berlangsung pada 12 Oktober 2024 pukul 11.20,’’ ujarnya, Kamis (10/10).

Lebih lanjut, Setiyaris menjelaskan bahwa hari tanpa bayangan tidak berpengaruh signifikan terhadap iklim. Namun, intensitas cahaya matahari akan lebih tinggi dibanding hari biasanya. Sehingga, cuaca pun terasa lebih panas dan kelembaban udara lebih rendah. Dengan suhu udara maksimal antara 35-37 derajat celcius.

Untuk itu, Setiyaris mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan. Serta, mengurangi aktivitas di luar rumah jika memungkinkan dan meminum lebih banyak air. ‘’Tetap pantau update cuaca dari BMKG untuk memperoleh informasi terkini,’’ tandasnya. (Ney/irs/madiuntoday)