Program Berkelanjutan, 200 KK Di Kota Madiun Masih Manfaatkan Gas Metan Untuk Bahan Bakar Kompor




MADIUN – Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Winongo terus bertambah seiring meningkatkan jumlah volume sampah di Kota Madiun. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup setempat berupaya menanggulangi agar tumpukan sampah tidak melebihi kapasitas. Salah satunya, dengan memanfaatkan sampah untuk diolah menjadi gas metan.

Pemanfaatan sampah menjadi gas metan telah berlangsung selama dua tahun terakhir di Kota Madiun. Bahkan, gas metan dialirkan ke rumah-rumah warga sebagai bahan bakar kompor. ‘’Saat ini ada 200 KK yang memanfaatkan gas metan,’’ ujar Kabid Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Afandi, Rabu (23/10).

Adapun 200 KK tersebut berasal dari Dukuh Gembel dan Palet, Kelurahan Winongo. Jarak rumah terjauh dari TPA Winongo yang memanfaatkan gas metan saat ini sekitar 500 meter.

Setiap titik rumah terdapat paguyuban sebagai koordinator penyambungan. Jika ada trouble, paguyuban akan menyampaikan kepada petugas DLH untuk diperbaiki. Begitu pula, jika ada warga yang menghendaki penyambungan pipa gas ke rumahnya. Asalkan, jaringan pipa masih menjangkau area tersebut.

“Bisa disampaikan ke paguyuban masing-masing, dari TPA kami supply. Kalau ada trouble kami laksanakan perbaikan TPA,” imbuh Afandi.

Selain disalurkan ke rumah warga untuk bahan bakar kompor, gas metan juga dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. Seperti, bahan bakar rumah sauna di TPA Winongo. Juga, dapur umum di area TPA Winongo yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sewaktu-waktu.

‘’Total ada 16 kompor. Masyarakat boleh memanfaatkan kapanpun,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)