Agar Anak Tumbuh dengan Baik, Berikut Cara Menjaga Anak dari Pengaruh Negatif Pergaulan




MADIUN - Setiap orangtua mendambakan anaknya tumbuh dengan optimal. Baik tumbuh kembang fisik maupun emosional dan kehidupan sosialnya. Namun, satu hal yang tak bisa dipungkiri, muncul kekhawatiran saat anak-anak mulai bergaul dengan teman-teman.

Misalnya, khawatir anak akan terbawa pengaruh buruk teman-temannya menerapkan perilaku negatif, konsumsi minuman keras, hingga pergaulan bebas.  Lalu, apa yang harus orangtua lakukan untuk menjaga anak dari pengaruh negatif teman-temannya? Berikut penjelasannya. 

Pertama memastikan anak bergaul dalam lingungan yang baik. Anak yang mulai memasuki usia remaja cenderung lebih dekat dengan teman-temannya. Hal tersebut dikarenakan masanya anak tidak lekat lagi dengan keluarga. Anak remaja akan lebih dekat dengan sebayanya.

Kondisi itu membuat teman-teman cenderung memengaruhi pembentukan karakter anak. Maka, penting bagi orangtua untuk memastikan anak ada dalam lingkaran pertemanan yang baik.  Misalnya, orangtua dapat memastikan dengan siapa anak pergi bermain dan seperti apa karakter temannya.
Bentuklah kebiasaan agar anak selalu memberi tahu dengan siapa dirinya pergi.

Kedua, memberikan bekal ilmu dan moral agar anak tidak mudah tepengaruh hal buruk, orangtua harus membekalinya aturan dan kedisiplinan sejak dini, sehingga bisa menyaring hal baik dan buruk. Fondasi kedisiplinan dan tanggung jawab yang kuat akan membuat anak memiliki keyakinan dan tidak mudah goyah. 

Orangtua juga perlu sering mengedukasi anak dan mengajaknya berdiskusi agar terbentuk karakter yang baik. Karena saat ini perkembangan zaman sudah beda dengan dulu. Saat ini perkembangan sangat cepat dan dinamis, menyebabkan perubahan perilaku juga cepat terjadi.

Ketiga, menjadi teman bagi anak qgar anak tidak terpengaruh hal negatif di lingkungannya, orangtua perlu menjadi teman bagi anak.  Masa remaja adalah momen ketika anak cenderung lebih mendengarkan teman-temannya dan mencontoh orang lain, sehingga rawan terjerumus ke pergaulan yang salah.

Di sanalah orangtua perlu masuk sebagai ruang bercerita bagi anak, tanpa menghakiminya. Orangtua harus lebih dekat dengan anak, lebih intens komunikasinya ke anak, hingga anak merasa seperti teman.

Ketika kenyamanan bercerita didapatkan anak dari orangtuanya, mereka akan cenderung betah berada di rumah dan waktu mainnya di luar juga lebih terkontrol. Jadi seperti teman, anak merasa bahwa di rumah pun bisa mendapat hal yang sama sepertii dia dapatkan diluar rumah. Ketika ada hal buruk atau kesalahan yang anak lakukan, baiknya orangtua tidak langsung marah karena akan menimbulkan kecemasan pada anak. 
(rams/kus/madiuntoday)