Ketagihan Scrolling Tiktok Bikin Produktivitas Menurun, Kok Bisa?
MADIUN - Ternyata dibalik seru dan menghiburnya konten-konten video pendek yang ada di TikTok, bisa memberikan dampak negatif kepada kesehatan, utamanya kognitif otak.
Menurut penelitian berjudul “Accelerating Dynamics of Collective Attention” yang dipublikasikan oleh Nature Communications, penggunaan TikTok yang berlebihan dapat menurunkan fokus dan rentang perhatian penggunanya.
Dengan konten yang terus diperbarui dan algoritma yang dirancang untuk mempertahankan perhatian, pengguna sering kali tidak menyadari waktu yang mereka habiskan di platform ini.
Kebiasaan scrolling tanpa henti ini bukan hanya menguras waktu, tapi juga bisa memengaruhi kesehatan mental, meningkatkan stres, bahkan mengganggu kualitas tidur. Ujung-ujungnya, produktivitas dalam bekerja dan menjalani aktivitas menurun.
Memahami dampak dari kebiasaan ini penting agar kita bisa mengontrol penggunaan TikTok dengan lebih bijaksana. Sebenarnya menonton TikTok tidak selamanya buruk. Tergantung bagaimana frekuensi menonton dan tema yang kamu tonton.
Tidak dapat dimungkiri, kalian juga bisa mendapatkan banyak informasi seputar kesehatan lewat aplikasi ini.
Namun, sebaik-baiknya jangan langsung menelan bulat-bulat informasi kesehatan apapun di TikTok. Pastikan mendapatkan informasi tersebut dari sumber yang bisa dipercaya.
Buat kamu yang akhir-akhir ini sering main TikTok atau menonton video TikTok sampai lupa waktu, ada baiknya kamu mulai mengurangi kebiasaan tersebut. Menemukan cara untuk menantang otak dapat membantu melawan penurunan kognitif otak. Selain latihan kognitif yang disebutkan tadi, kamu juga bisa melatih otak lewat olahraga teratur, aktif secara sosial, dan bermeditasi.
(Rams/kus/madiuntoday)