Jembatan Gantung Patihan Langsung Jadi Primadona, Permudah Akses Juga Jadi Objek Wisata




MADIUN – Jembatan Gantung Patihan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat sejak akhir tahun lalu. Jembatan gantung tersebut sebagai pengganti jembatan lama yang terputus karena banjir pada 2021 silam. Kehadiran jembatan nyatanya sangat dibutuhkan masyarakat. Hal itu terlihat dari beragam komentar masyarakat akan hadirnya jembatan yang menghubungkan Kelurahan Patihan dan Sogaten itu.

Seperti di postingan sebelumnya, pemberitaan terkait keberadaan jembatan tersebut dibanjiri komentar positif. Ada yang mengungkapkan dengan menuliskan keren, waow, yess wuu, dan lainnya.

‘’Alhamdulillah. Akhirnya gak harus lewat tangkis neh,’’ tulis akun she_sinarsih.

Keberadaan jembatan memang menjadikan jarak tempuh semakin pendek. Seperti diketahui, selama jembatan putus, masyarakat harus memutar cukup jauh. Kota Madiun memang dilalui Bengawan Madiun atau Kali Madiun yang merupakan anak sungai dari Bengawan Solo. Pun, sudah ada sejumlah jembatan besar. Seperti jembatan Winongo yang menjadi titik terdekat. Setelah jembatan Patihan putus, masyarakat harus memutar melalui jembatan itu. Jika tidak memutar melalui ring road.

Kini masyarakat bisa menghemat jarak dan waktu. Biarpun jembatan hanya untuk pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua. Sebab, jembatan hanya memiliki lebar 1,8 meter. Sementara panjang keseluruhan jembatan mencapai 110 meter. Sedang panjang jembatannya saja mencapai 80 meter. Anggaran pembangunannya mencapai Rp 9,6 miliar.

Tak mempermudah akses, keberadaan jembatan juga menjadi daya tarik tersendiri. Terbukti banyak yang berswafoto. Desain jembatan memang menarik. Apalagi, Kota Madiun tidak memiliki jembatan gantung lainnya.

‘’Barusan lewat sana dan keren jembatanya. Anak ku aja sampai minta lewat sana lagi,’’ tulis puputmelia. (ws hendro/agi/madiuntoday)