Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah 2025 Sudah Dibuka, Begini Tahapannya
MADIUN – Pemerintah Kota Madiun memiliki program Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM) yang sudah berjalan sejak 2019 lalu. Sudah ada 1000 mahasiswa yang mendapatkan program ini. Nah, bagi yang belum beruntung dengan BBM ini tak perlu berkecil hati. Sebab, ada banyak program beasiswa lain dari pemerintah. Salah satunya, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pendaftaran program ini untuk 2025 sudah dibuka.
Diakses dari laman kip-kuliah.kemdikbud.go.id pendaftaran program ini sudah dibuka sejak 4 Februari lalu dan akan ditutup pada 31 Oktober 2025. Di dalam laman tersebut juga terdapat tahapan-tahapan pendaftarannya. Pendaftaran dilakukan secara mandiri di web sistem KIP Kuliah seperti tertera di atas. Jika belum memiliki akun di web tersebut, pemohon wajib melakukan register terlebih dahulu.
Pemohon cukup mengikuti petunjuk yang tertera. Seperti mengisi NIK, NISN, NPSN dan alamat email yang valid dan aktif. Sistem lantas akan melakukan validasi data untuk kelayakan mendapatkan KIP Kuliah tersebut. Maklum, KIP Kuliah memang diprioritaskan untuk mereka dari keluarga tidak mampu.
Jika validasi berhasil, pemohon akan mendapatkan nomor pendaftaran dan kode akses yang dikirimkan melalui alamat email. Nomor dan kode akses tersebut digunakan untuk login dan untuk menyelesaikan proses pendaftaran serta memilih jalur seleksi masuk perguruan tinggi yang diikuti. Selanjutnya, pemohon menyelesaikan proses pendaftaran di portal atau sistem informasi seleksi nasional masuk perguruan tinggi sesuai jalur seleksi yang dipilih. Proses sinkronisasi dengan sistem tersebut akan dilakukan kemudian dengan skema host-to-host.
Bagi calon penerima KIP Kuliah yang telah dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi, dapat dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh Perguruan Tinggi sebelum diusulkan sebagai calon mahasiswa penerima KIP Kuliah.
Program ini bukan hanya bagi siswa SMA sederajat yang lulus di tahun berjalan. Tetapi juga bisa bagi siswa yang sudah lulus dua tahun sebelumnya. Syaratnya, memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Selain itu juga lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada prodi dengan akreditasi A atau B. Dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu pada Prodi dengan akreditasi C.
Manfaat yang Diterima
Bagi penerima program ini akan mendapatkan pembebasan biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi, pembebasan biaya kuliah, dan memperoleh bantuan biaya hidup. Biaya kuliah yang dibayarkan sebesar Rp 2,4 juta per semester langsung ke perguruan tinggi. Sementara bantuan yang diberikan sebesar Rp 700 rb perbulan yang dibayarkan setiap semester. Ini diberikan sesuai masa studi normal. Misalnya, D3 maksimal enam semester atau S1 maksimal delapan semester.
Namun, terdapat pengecualian untuk mahasiswa pada Prodi yang harus mengikuti program profesi. Profesi Dokter, Dokter Gigi dan Dokter Hewan akan menerima bantuan biaya hidup maksimal empat semester. Sedangkan untuk profesi Ners, Apoteker dan Guru akan menerima bantuan biaya hidup maksimal dua semester. (rams/agi/madiuntoday)