Ragam Upaya Pemkot Madiun Jaga Inflasi Jelang Ramadhan
MADIUN - Meski sempat mengalami deflasi pada Januari 2025, namun kondisi ini diprediksi tak bertahan lama di Kota Madiun. Apalagi, deflasi disebabkan adanya diskon tarif listrik hingga 50 persen.
Setelah periode diskon berakhir, pemerintah memprediksi terjadinya inflasi karena permintaan kebutuhan pokok masyarakat cukup tinggi. Apalagi, menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Untuk itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Madiun Danang Novianto menuturkan bahwa Pemkot Madiun menyiapkan sejumlah strategi sebagai cara menjaga stabilitas inflasi di Kota Pendekar.
"Upaya dilakukan dengan menjaga ketersediaan stok dan stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok," ujarnya, Kamis (20/2).
Menurut Danang, Pemkot Madiun akan kembali menggencarkan program belanja lokal. Seperti sebelumnya, ASN Pemkot Madiun melakukan belanja di UMKM dan melaporkannya melalui aplikasi Pro UMKM. Sehingga, dengan tingkat konsumsi UMKM yang semakin tinggi diharapkan dapat menguatkan perekonomian kota.
Kemudian, cara berikutnya yang dilakukan yakni dengan intervensi melalui bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat. Proses penyaluran bansos saat ini masih menunggu juklak dan juknis tingkat kota. Namun, alokasi dana dari Kementerian Keuangan sudah tersedia.
Selanjutnya, upaya stabilisasi inflasi dilakukan dengan meningkatkan sinergi Pemkot Madiun dengan daerah penghasil sembako. Dengan demikian, distribusi bahan kebutuhan pokok semakin lancar. Serta, tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan optimal.
"Jika terjadi kenaikan bahan kebutuhan pokok, bisa juga dilakukan operasi pasar murah dan warteg. Di Kota Madiun juga sudah ada toko acuan di Pasar Sleko untuk mengamankan rantai pasokan," jelasnya.
Lebih lanjut, Danang menuturkan bahwa Pemkot Madiun akan terus melakukan pemantauan stok dan harga di pasaran. Sehingga, dapat mengantisipasi lebih dini jika terjadi kelangkaan barang atau kenaikan harga di atas HAP.
Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam berbelanja. "Beli bahan sesuai kebutuhan dan tidak perlu panic buying yang justru menyebabkan kelangkaan barang dan kenaikan harga," tandasnya. (Rams/irs/madiuntoday)